Rabu, 24 Agustus 2016

PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN PESERTA DIDIK DENGAN MEDIA REALIA

PTK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN PESERTA DIDIK DENGAN MEDIA REALIA


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Silabus Matematika Kelas II Sekolah Dasar semester I pada standar kompetensi disebutkan bahwa perkalian merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik di kelas II SD. Selanjutnya diperkuat dengan target pencapaian sekolah (SDN 2 Sukaraja Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan) bahwa peserta didik yang duduk di bangku kelas II dituntut untuk menguasai perkalian sesuai tingkatannya.
Pencapaian target di atas masih terkendala karena kemapuan peserta didik kelas II dalam perkalian masih kurang. Perlu upaya untuk meningkatkannya dengan baik. Kemampuan 39 peserta didik kelas II semester I tahun ajaran 2014/2015 SDN 2 Sukaraja baru mencapai 50,26% setelah dilakukan evaluasi pada bulan Aguatus 2014. Hal ini masih belum memenuhi KKM yang ditetapkan sebesar 75% (setara dengan nilai 7,5).
Kemampuan perkalian peserta didik seperti itu belum memenuhi target yang diharapkan sekolah
Pada kesempatan ini, penulis mencoba untuk mengatasi tantangan yang ada. Upaya yang digunakan adalah penggunaan media relia yang telah dimodifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perkalian peserta didik.
  1. Rumusan Masalah
Apakah media realia dapat meningkatkan kemampuan perkalian peserta didik di kelas II SDN 2 Sukaraja ?
  1. Pemecahan Masalah
Kemampuan perkalian peserta didik yang dirasa masih kurang memenuhi harapan dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas. Tindakan yang dilakukan adalah penggunaan media realia dalam pembelajaran sehingga peserta didik memiliki kemampuan menghitung perkalian yang diharapkan. Dengan demikian fokus pembelajaran ditujukan pada peserta didik yang belum memiliki kemampuan menghitung perkalian.
  1. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh media realia dapat meningkatkan kemampuan perkalian peserta didik di SDN 2 Sukaraja.
  1. Manfaat Penelitian
  2. Manfaat bagi peserta didik
    1. Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar peseta didik;
    2. Meningkatkan kemampuan peserta didik terhadap perkalian;
    3. Membuat pengalaman belajarpeserta didik yang menyenangkan dan mengembangkan pengetahuan tentang perkalian;
    4. Meningkatkan kemandirian peserta didik.
  1. Manfaat bagi guru
  2. Guru memperoleh pengalaman baru dalam penyajian pembelajaran dengan media realia.
  3. Guru memperoleh kepercayaan diri setelah sukses mengimplementasikan media realia.
  1. Manfaat bagi sekolah
Sekolah memiliki informasi baru dari hasil penelitian penggunaan media realia yang dapat dijadikan masukan berharga untuk kemajuan sekolah.
  1. Istilah dalam Penelitian
Media realia adalah benda nyata (real thing) merupakan alat bantu yang paling mudah penggunaannya, karena kita tidak perlu membuat persiapan selain langsung menggunakannya (http://soaldankuncijawabanbloggerpekolingan.blogspot.com/2013/05/pengertian-definisi-media-nyata-realia.html)
    Perkalian adalah penjumlahan berganda dengan suku-suku yang sama. (Satawidjaja dalam Wirasto,1991:74) 
BAB II
KAJIAN TEORI

  1. Perkalian
  2. Definisi
Satawidjaja dalam Wirasto (1991:74) menjelaskan bahwa perkalian adalah penjumlahan berganda dengan suku-suku yang sama. Operasi ini adalah salah satu dari empat operasi dasar di dalamaritmetika dasar (yang lainnya adalah perjumlahanperkurangan, dan perbagian).
Perkalian terdefinisi untuk seluruh bilangan di dalam suku-suku perjumlahan yang diulang-ulang; misalnya, 3 dikali 4 (seringkali dibaca “3 kali 4”) dapat dihitung dengan menjumlahkan 3 salinan dari 4 bersama-sama:
Perkalian bilangan rasional (pecahan) dan bilangan real didefinisi oleh perumuman gagasan dasar ini.
Perkalian dapat juga digambarkan sebagai pencacahan objek yang disusun di dalam persegi panjang (untuk semua bilangan) atau seperti halnya penentuan luas persegi panjang yang sisi-sisinya memberikan panjang (untuk bilangan secara umum). Balikan dari perkalian adalah perbagian: ketika 3 kali 4 sama dengan 12, maka 12 dibagi 3 sama dengan 4.
Perkalian diperumum ke jenis bilangan lain (misalnya bilangan kompleks) dan ke konstruksi yang lebih abstrak seperti matriks.
  1. Media Nyata (Realia)
    Definisi
Benda nyata (real thing) merupakan alat bantu yang paling mudah penggunaannya, karena kita tidak perlu membuat persiapan selain langsung menggunakannya. Yang dimaksud dengan benda nyata sebagai media adalah alat penyampaian informasi yang berupa benda atau obyek yang sebenarnya atau asli dan tidak mengalami perubahan yang berarti.
Sebagai obyek nyata, realia merupakan alat bantu yang bisa memberikan pengalaman langsung kepada pengguna. Oleh karena itu, realia banyak digunakan dalam proses belajar mengajar sebagai alat bantu memperkenalkan subjek baru. Realia mampu memberikan arti nyata kepada hal-hal yang sebelumnya hanya digambarkan secara abstrak yaitu dengan kata-kata atau hanya visual
  1. Bentuk RealiaBentuk realia sama dengan benda sebenarnya yang tidak mengalami perubahan sama sekali dan dapat digunakan untuk keperluan pembelajaran. Akan tetapi, kesulitan kadang timbul dalam menghadirkan realia secara utuh yang disebabkan oleh ukuran yang terlalu besar atau sulit ditemukan di lingkuangan sekitar. Oleh karena itu, beberapa modifikasi seringkali harus dilakukan.
    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memodifikasi benda nyata untuk keperluan pembelajaran:
  • Dengan cara memotong bagian tertentu dari realia jika berukuran terlalu besar. Dalam memotong realia perhatikan agar bagian yang dipotong tidak merusak benda tersebut sebagai media yang dapat dipelajari oleh peserta didik.
  • Dengan cara mengawetkan realia hidup jika benda tersebut berbahaya atau lekas rusak jika digunakan dalam kelas, misalnya penggunaan satwa atau tumbuhan sebagai media pembelajaran. Satwa yang berbahaya perlu ditempatkan di tempat tertentu atau diawetkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai sarana observasi oleh peserta didik.
  • Dengan menampilkan beberapa jenis  realia secara bersama-sama, ditambah dengan informasi tercetak yang kesemuanya yang dapat menggambarkan suatu topik tertentu. Cara ini disebut juga dengan istilah eksibisi atau pameran realia.
  1. Karakteristik Media Realia
Dalam dunia pendidikan, realia sering dianggap sebagai media informasi yang paling mudah diaskes dan menarik. Sebagai media informasi, realia mampu menjelaskan hal-hal yang abstrak dengan hanya sedikit atau tanpa keterangan verbal. Dengan berinteraksi langsung dengan realia, diharapkan hal-hal yang kurang jelas, apabila diterangkan secara verbal akan menjadi jelas. Realia memiliki kemampuan untuk merangsang imajinasi pengguna dengan membawa kehidupan di dunia nyata ke dalam perpustakaan ataupun ke dalam kelas.
Realia akan sangat membantu apabila digunakan dalam suatu proses memperoleh informasi dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman sendiri atau sering disebut sebagai tujuan kognitif. Dalam proses ini, realia dilibatkan sebagai suatu obyek nyata yang belum dikenal dan para pengguna akan belajar untuk mengenalnya. Realia dapat memberikan pengguna pengalaman langsung dan nyata; pengalaman keindahan yang tidak bisa didapat melalui media lainnya.
Untuk memungkinkan suatu realia ditampilkan dalam suatu ruangan kadang sangat sulit karena ukuran yang terlalu besar (contoh: lokomotif, pesawat, mobil), atau terlalu kecil (contoh: kuman) atau memang tidak memungkinkan untuk ditampilkan (contoh: bulan). Kadangkala menghadirkan realia dapat berbahaya misalnya menampilkan ular. Cara mengatasinya dapat menggunakan ular mati yang telah diawetkan agar pengguna bisa mengamati dengan aman. Dengan jalan ini, pengguna masih merasakan pengalaman langsung.
Sebagai media pembelajaran, realia memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai topik mata pelajaran. Realia mampu meemberikan pengalaman belajar langsung (Hands on Experience) bagi siswa. Dengan menggunakan benda nyata sebagai media, peserta didik dapat menggunakan berbagai indera untuk mempelajari suatu objek. Peserta didik dapat melihat, meraba, mencium, bahkan merasakan objek yang tengah dipelajari. Dalam menggunakan realia, pengguna dituntut kemampuannya menginterpretasikan hubungan-hubungan tentang benda yang sesungguhnya.
Selain memiliki potensi sebagai media pembelajaran, realia juga memiliki keterbatasan. Salah satu keterbatasan realia adalah adanya kemungkinan siswa mempunyai interpretasi yang berbeda terhadap objek yang sedang dipelajari. Kemungkinan lain adalah informasi yang ingin disampaikan akan berbeda sehingga tidak sesuai dengan yang diharapkan.
  1. Pemilihan Realia Untuk Pembelajaran
    Sebelum memilih realia yang akan digunakan, Anda harus mempertimbangkan kemungkinan realia tersebut akan dipegang oleh siswa. Banyak realia yang sangat rapuh. Oleh karena itu, simpanlah realia yang rapuh dalam kotak pajangan. Idealnya, pengguna harus dapat menyentuh realia untuk mendapatkan pengalaman yang tidak mungkin didapat dari media lain. Kalau memungkinkan, realia tersebut disimpan dalam plastik yang tembus pandang sehingga realia dapat diambil tanpa takut rusak.
Apabila realia dianggap mahal, atau ruangan yang ada tidak memadai, perpustakaan dapat memutuskan untuk tidak memiliki realia dalam koleksinya. Pertanyaan atau permintaan tentang suatu realia dapat dilayani dengan cara mengarahkan pengguna ke tempat lain yang memiliki realia tersebut, misalnya ke kebun binatang untuk melihat binatang-binatang yang tidak mungkin ditampilkan di depan kelas, ke planetarium untuk mengetahui benda-benda ruang angkasa.
Hal lain yang penting diperhatikan dalam menggunakan realia sebagai media pembelajaran adalah :
  1. Berikan kesempatan yang besar agar peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan  benda yang saling dipelajari.
  2. Guru hanya berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik mempelajari objek sebagai sumber informasi dan pengetahuan.
  3. Berikan peserta didik kesempatan untuk mencari informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan objek yang sedang dipelajari.
  1. Hindari hal-hal yang tidak diinginkan atau risiko yang akan dihadapi peserta didik pada saat mempelajari realia.
  1. Hipotesis Tindakan
Terdapat peningkatan kemampuan perkalian peserta didik kelas II SDN 2 Sukaraja dengan penggunaan Media Realia.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

  1. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelas II semester I SDN 2 Sukaraja Kabupaten Kuningan. Jumlah peserta didik kelas tersebut adalah 39 orang, yang terdiri dari 17 orang perempuan dan 22 orang laki-laki. Sekolah ini terletak di Desa Sukaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 September 2014 sampai dengan 30 Nopember 2014. Pada minggu pertama bulan September dimulai dengan melakukan pengamatan. Minggu kedua September membuat instrumen, RPP, dan Media Pembelajaran. Selanjutnya pada minggu ketiga dilakukan pelaksanaan Siklus I pertemuan I yang dilanjutkan dengan pertemuan siklus I pertemuan II pada minggu keempat bulan September 2014.Pada minggu pertama bulan Oktober dilakukan perbaikan Instrumen, RPP, dan Media Pembelajaran , Dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus II pertemuan I pada minggu kedua dan pelaksanaan siklus II pertemuan II pada minggu ketiga bulan Oktober 2014.Pengumpulan data dan pengolahan data hasil penelitian dilakukan pada minggu ke empat bulan Oktober 2014. Pada minggu pertama bulan Nopeember dilakukan penyusunan laporan, dan pada minggu kedua bulan Nopember 2014 akan melakukan seminar PTK. Hasil penelitian yang setelah di seminarkan akan direviasi pada minggu ketiga bulan November 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar