Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Matematika
JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah menyatakan bahwa proses pembelajaran perlu direncanakan,
dilaksanakan proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus
fleksibel, bervariasi dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada
setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa,kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat,minat dan
perkembangan fisik serta psikilogis peserta didik.
Standar proses meliputi perencanaan
proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran ,penilaian hasil
pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya
proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Mata pelajaran matematika bertujuan agar
peserta didik memiliki kemampuan Memahami konsep matematika, menjelaskan
keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma,
secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah,
Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang
model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang
diperoleh . Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau
media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah serta Memiliki sikap
menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa
ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta
sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah
Kenyataannya dalam pembelajaran pada
pendidikan formal dewasa ini masih terdapat permasalahan seperti masih
rendahnya hasil belajar siswa, aktivitas dan motivasi siswa dalam
pembelajaran rendah. Secara empiris rendahnya hasil belajar siswa
disebabkan karena proses pembelajaran didominasi oleh pembelajaran
tradisional yakni berpusat pada guru (teacher-centrered) sehingga siswa
menjadi pasif.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan
di SMA Negeri 1 Dompu, menggunakan teknik wawancara dengan teman
sejawat, observasi terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa
orang guru, dan menganalisis hasil ulangan harian mata pelajaran
matematika dijumpai kondisi-kondisi sebagai berikut.
1) Sebagian besar guru masih dominan menggunakan metode ceramah dalam pengelolaan pembelajaran di kelas.
Hal ini disebabkan karena masih minimnya
pemahaman guru terhadap berbagai metode pembelajaran, serta metode
ceramah tidak memerlukan persiapan khusus seperti menyiapkan media
pembelajaran yang dianggap merepotkan guru.
2) Komunikasi dalam pembelajaran
cenderung hanya satu arah yaitu dari guru ke siswa saja, sehingga siswa
tidak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran bahkan cenderung hanya
menjadi pendengar (aktivitas dan kreativitas siswa dalam pembelajaran
masih rendah).
3) Motivasi dan minat belajar siswa
kurang karena belajar hanya sekedar untuk mendapatkan nilai rapor serta
kurangnya pemahaman siswa terhadap tujuan pendidikan.
4) Persentase ketuntasan belajar dan
hasil belajar siswa relatif masih rendah terlihat dari rata-rata hasil
ulangan harian pada kompetensi sebelumnya baru mencapai 65 sedangkan
kriteria ketuntasan minimalnya 75.
Apabila kondisi ini dibiarkan, akan
menyebabkan pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika semakin
rendah. Siswa akan menganggap pelajaran matematika merupakan pelajaran
yang tidak penting, membosankan, dan tidak disukai, sehingga sulit untuk
meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan
adanya solusi yang diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif yang
ditimbulkan. Pada penelitian ini, solusi yang ditawarkan adalah
penerapan model pembelajaran kooperatif tipeJigsaw untuk meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa sehingga diharapkan dapat mencapai
kriteria ketuntasan minimal (KKM).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
Apakah penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
matematika siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Dompu semester 1 tahun
pelajaran 2012/2013?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini
adalah Untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar
matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw
pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Dompu semester 1 tahun pelajaran
2012/2013.
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil yang diperoleh dalam
penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat berupa sumbangan
informasi ilmiah yang dapat dijadikan sebagai salah satu referensi,
bahan perbandingan bagi peneliti atau guru dalam pengembangan model
pembelajaran pada umumnya dan secara khusus diharapkan memberikan
manfaat/kontribusi bagi:
1) Siswa, diharapkan penerapan model ini
dapat membantu siswa menguasai dan memahami kompetensi dasar yang
ditanamkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Secara
teoretis dapat mendorong dan mengkondisikan berkembangnya sikap dan
keterampilan sosial siswa, meningkatkan hasil belajar, serta aktivitas
siswa.
2) Guru, agar lebih memperhatikan
faktor-faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Khususnya
guru mata pelajaran matematika agar mampu memilih dan menerapkan model
pembelajaran kooperatif sebagai salah satu model pembelajaran untuk
meningkatkan hasil belajar siswa.
3) Sekolah, hasil penelitian ini dapat
dimanfaatkan dalam melakukan bimbingan dan pembinaan profesional guru
dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa.
4) Peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan profesionalisme guru.
1.1 Latar Belakang
Masalah
Peran dan fungsi guru sangat penting dalam proses belajar mengajar. Oleh
karena itu, situasi yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajaran
mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar itu sendiri.
Dengan demikian, guru sepatutnya peka terhadap berbagai situasi yang
dihadapi, sehingga dapat menyesuaikan pola tingkah lakunya dalam
mengajar dengan situasi yang dihadapi. Salah satu kemampuan dasar yang
harus dimiliki guru adalah merencanakan dan melaksanakan proses belajar
mengajar. Kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya sebagai pengajar. Belajar dan mengajar terjadi pada
saat berlangsungnya interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai
tujuan pengajaran.
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/153082/ptk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-mata-pelajaran-matematika-kelas-xii-tsm-smk-utama-bakti-palembang-melalui-metode-sokratis_5528665d6ea83462128b457d
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/153082/ptk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-mata-pelajaran-matematika-kelas-xii-tsm-smk-utama-bakti-palembang-melalui-metode-sokratis_5528665d6ea83462128b457d

Tidak ada komentar:
Posting Komentar