Rabu, 03 Agustus 2016

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Matematika

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Matematika


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


 

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat,minat dan perkembangan fisik serta psikilogis peserta didik.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran ,penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah, Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh . Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah serta Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah
Kenyataannya dalam pembelajaran pada pendidikan formal dewasa ini masih terdapat permasalahan seperti masih rendahnya hasil belajar siswa, aktivitas dan motivasi siswa dalam pembelajaran rendah. Secara empiris rendahnya hasil belajar siswa disebabkan karena proses pembelajaran didominasi oleh pembelajaran tradisional yakni berpusat pada guru (teacher-centrered) sehingga siswa menjadi pasif.
Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Dompu, menggunakan teknik wawancara dengan teman sejawat, observasi terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa orang guru, dan menganalisis hasil ulangan harian mata pelajaran matematika dijumpai kondisi-kondisi sebagai berikut.
1) Sebagian besar guru masih dominan menggunakan metode ceramah dalam pengelolaan pembelajaran di kelas.
Hal ini disebabkan karena masih minimnya pemahaman guru terhadap berbagai metode pembelajaran, serta metode ceramah tidak memerlukan persiapan khusus seperti menyiapkan media pembelajaran yang dianggap merepotkan guru.
2) Komunikasi dalam pembelajaran cenderung hanya satu arah yaitu dari guru ke siswa saja, sehingga siswa tidak dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran bahkan cenderung hanya menjadi pendengar (aktivitas dan kreativitas siswa dalam pembelajaran masih rendah).
3) Motivasi dan minat belajar siswa kurang karena belajar hanya sekedar untuk mendapatkan nilai rapor serta kurangnya pemahaman siswa terhadap tujuan pendidikan.
4) Persentase ketuntasan belajar dan hasil belajar siswa relatif masih rendah terlihat dari rata-rata hasil ulangan harian pada kompetensi sebelumnya baru mencapai 65 sedangkan kriteria ketuntasan minimalnya 75.
Apabila kondisi ini dibiarkan, akan menyebabkan pemahaman siswa terhadap pelajaran matematika semakin rendah. Siswa akan menganggap pelajaran matematika merupakan pelajaran yang tidak penting, membosankan, dan tidak disukai, sehingga sulit untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan adanya solusi yang diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan. Pada penelitian ini, solusi yang ditawarkan adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipeJigsaw untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa sehingga diharapkan dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut.
Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Dompu semester 1 tahun pelajaran 2012/2013?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah Untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Dompu semester 1 tahun pelajaran 2012/2013.
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat berupa sumbangan informasi ilmiah yang dapat dijadikan sebagai salah satu referensi, bahan perbandingan bagi peneliti atau guru dalam pengembangan model pembelajaran pada umumnya dan secara khusus diharapkan memberikan manfaat/kontribusi bagi:
1) Siswa, diharapkan penerapan model ini dapat membantu siswa menguasai dan memahami kompetensi dasar yang ditanamkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Secara teoretis dapat mendorong dan mengkondisikan berkembangnya sikap dan keterampilan sosial siswa, meningkatkan hasil belajar, serta aktivitas siswa.
2) Guru, agar lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Khususnya guru mata pelajaran matematika agar mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran kooperatif sebagai salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
3) Sekolah, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam melakukan bimbingan dan pembinaan profesional guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
4) Peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan untuk meningkatkan profesionalisme guru.

1.1 Latar Belakang Masalah Peran dan fungsi guru sangat penting dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, situasi yang dihadapi guru dalam melaksanakan pengajaran mempunyai pengaruh besar terhadap proses belajar mengajar itu sendiri. Dengan demikian, guru sepatutnya peka terhadap berbagai situasi yang dihadapi, sehingga dapat menyesuaikan pola tingkah lakunya dalam mengajar dengan situasi yang dihadapi. Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki guru adalah merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar. Kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar. Belajar dan mengajar terjadi pada saat berlangsungnya interaksi antara guru dengan siswa untuk mencapai tujuan pengajaran.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/153082/ptk-meningkatkan-hasil-belajar-siswa-mata-pelajaran-matematika-kelas-xii-tsm-smk-utama-bakti-palembang-melalui-metode-sokratis_5528665d6ea83462128b457d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar