PTK Matematika Kelas 4
JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK
HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306
Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami DISINI
1.1 Latar Belakang Masalah
Secara umum matematika merupakan pelajaran yang dianggap sulit dan tidak
disukai oleh siswa. Hal ini sesuai dengan hasil angket siswa kelas IV
SDN Kludan yang menyatakan bahwa 45 % siswa tidak menyukai pelajaran
matematika dan merasa sulit untuk mengikutinya. Oleh karena itu hasil
pembelajaran matematika tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan
Mulyana (2001) dalam kata pengantarnya menyatakan bahwa nilai matematika
berada pada posisi yang paling bawah, sehingga tidak heran kalau nilai
matematika dipakai sebagai tolak ukur dari kecerdasan siswa.
Kalau kita kaji lebih dalam hal tersebut bukan merupakan kesalahan siswa
semata tetapi dapat juga disebabkan oleh faktor guru itu sendiri
sebagai pendidik .Kekurangan guru yang biasa dilakukan dalam kegiatan
belajar mengajar adalah mengambil jalan pintas dalam pembelajaran,
memberi hukuman tanpa melihat lataar belakang kesalahan, menunggu siswa
berbuat salah, mengabaikan perbedaan siswa, merasa paling pandai, tidak
adil, memaksa hak siswa, (Mulyasa, 2005:20). Namun menurut hasil
pengamatan peneliti kesalahan yang biasa dilakukan guru dalam
membelajarkan matematika di tempat peneliti hingga siswa cepat menjadi
bosan adalah (1) Dalam membelajarkan matematika guru hanya berpedoman
pada buku pegangan. (2) Penyampaian konsep sarat dengan hafalan-hafalan.
(3) Kegiatan pembelajaran masih monoton. (4) Kurang memperhatikan
keterampilan prasarat.
Keterampilan prasarat memang sangat diperlukan dalam pembelajaran, hal
tersebut seperti yang dikemukakan oeh Gagne (dalam Degeng:1997:4) bahwa
setiap mata pelajaran mempunyai prasarat belajar (learning
prerequisites). Dalam hubungannya dengan pembelajaran matematika maka
keterampilan prasarat yang harus dikuasai siswa umumnya adalah hitung
dasar yang meliputi: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian
.Sebaik apapun konsep matematika yang disampaikan oleh guru pada
pembelajaran matematika namun bila siswa tidak menguasai hitung dasar
sebagai keterampilan prasaratnya maka hasil pembelajaran kurang
memuaskan. PTK Matematika SD
Berdasarkan hasil ulangan harian siswa kelas IV SDN Kludan tahun
pelajaran 2005-2006 smester I tentang perkalian bersusun menunjukkan
bahwa 20% siswa menguasai secara tuntas, 35% siswa agak menguasai,dan
45% kurang menguasai pada hal pada pembelajaran matematika sehari-hari
guru sudah menjelaskan secara lisan, ditulis di papan tulis, memberi
contoh, bahkan memberikan soal-soal latihan tentang perkalian bersusun,
dan juga siswa sudah diberi kesempatan untuk bertanya ketika guru
mengajar, namun sedikit sekali mereka yang mengajukan pertanyaan. Ketika
guru balik bertanya hanya beberapa siswa yang dapat menjawab
pertanyaan guru dengan benar, itupun karena siswa tersebut memang
pandai di kelasnya. Dan bila diberi tes perkalian rata-rata hasilnya
rendah.
Rendahnya penguasaan kemampuan hitung perkalian kemungkinan besar
dikarenakan guru kurang tepat dalam memilih cara atau media dalam
pembelajaraan. Siswa kelas IV cara berfikirnya masih pada benda konkrit,
sementara guru tidak memperhatikan hal tersebut sehingga dimungkan
siswa mengalami kesulitan.
Berdasarkan masalah di atas peneliti akan berupaya meningkatkan
kemampuan menghitung perkalai dengan media benda-benda sekitar yang
dekat dengan siswa antara lain dengan jari tangan dan kartu bilangan.
Dengan menggunakan media tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan
kemampuan hitung perkalian, lebih baktif, kreatif sehingga lebih banyak
siswa yang mencapai ketuntasan dalan hafalan perkalian sampai bilangan
100, perkalian bersusun dan operasi perkalian
1.2 Perumusan Masalah
1.2 Perumusan Masalah
Berdasar uraian di atas maka penelitian ini ditekankan pada peningkatan
kemampuan menghitung perkalian dengan media benda-benda terdekat pada
pelajaran matematikan sisqa kelas IV SDN Kludan. Dengan demikian dapat
dirumuskan permasalahan sebagaai berikut:
Bagaimana menggunakan media benda-benda terdekat dapat meningkatkan kemampuan menghitung siswa kelas IV SDN Kludan?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan pernyataan peneliti yang telah dirumuskan , tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menghitung perkalian siswa kelas IV SDN Kludan, dengan menggunakan media benda-benda terdekat.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah:
Bagaimana menggunakan media benda-benda terdekat dapat meningkatkan kemampuan menghitung siswa kelas IV SDN Kludan?
1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan pernyataan peneliti yang telah dirumuskan , tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan menghitung perkalian siswa kelas IV SDN Kludan, dengan menggunakan media benda-benda terdekat.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah:
- Bagi siswa penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas belajarKerja sama , dan kemampuan menghitung perkalian.
- Bagi guru sebagai peneliti untuk meningkatkan profesionalisme dan mendorong peneliti untuk melaksanakan penelitian serupa lebih lanjut.
- Bagi guru sejawat untuk memberikan motivasi serta referensi model-model pembelajaran yang positif.
- Dengan adanya guru-guru mengadakan penelitian tindakan kelas berarti pembelajaran di kelas lebih berkualitas sehingga terjadi perubahan positif. PTK Matematika SD
1.5 Batasan Istilah
Adapun batasan istilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
- Kemampuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kesanggupan atau Kecakapan untuk melakukan sesuatu, Kemisa (1997).
- Menghitung perkalian adalah hitung perkalian dan Pembagian yang di ajarkan pada kelas IV SD yang meliputi: Menghafal perkalian dan pembagian sampai bilangan 100, hitung perkalian bersusun, dan operasi perkalian.
- Media benda-benda terdekat adalah alat Bantu pembelajaran dengan menggunakan benda-benda terdekat seperti kartu bilangan dan jari tangan.
Bab II
KAJIAN PUSTAKA
KAJIAN PUSTAKA
PTK Matematika SD
2.1 Strategi Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Pembelajaran didevinisikan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa
Degeng (1997:1). Bertolak dari devinisi tersebut pembelajaran dapat
diartikan sebagai suatu kegatan yang memberikan fasilitas belajar yang
baik sehingga terjadi proses belajar. Pemberian fasilitas belajar bagi
siswa memerlukan suatu strategi, yaitu strategi pembelajaran. Strategi
pembelajaran matematika adalah kegiaatan yang dipilih oleh pengajar
(guru) dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan fasilitas
belajara sehingga memperlanacar tujuan belajar matematika Hudoyo (dalam
Harmini: 2003:9)
Pendidikan matematika di sekolah dasar merupakan basis pendidikan dalam
membentuk insan Indonesia seutuhnya, seperti diisyaratkan dalam
kebijakan-kebijakan pemerintah dari tahun ketahun. Lulusan sekolah dasar
diharap dapat membekali dirinyaa dengan kemampuan-kemampuan yang
memungkinkan mereka mau dan mampu menata kehidupan yang lebih layak baik
dalam proses pendidikan formal selanjutnya maupun dalam kehidupan di
tengah-tengah masyarakat. Sasaran tersebut dapat terjangkau jika program
pembelajaran di sekolah memenuhi basis pendidikan bermutu.
Dalam Depdikbut (1993) disebutkan bahwa pembelajaran matematika di
sekolah dasar berfungsi sebagai pengembang kemampuan berkomunikasi
dengan menggunakan bilangan - bilangan smbol-simabol serta ketajaman
penalaran yang dapat membantu memperjelas dan mempermuda menyelesaikan
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih lanjut pada jenjang
sekolah dasar diutamakan agar siswa mengenal, memahami serta mahir
menggunakan bilangan dalam kaitannya dengan praktek kehidpupan
seharai-hari.
Sejalan dengan fungsi pembelajaran matematika di sekolah dasar
disebutkan tujuan umum pendidikan matematika di sekolah dasar adalah
belajar bernalar ,pembentukan sikap siswa, dan keterampilan dalam dalam
menerapkan matematika.
Jadi dalam setiap pembelajaran matematika di sekolah dasar guru tidak
cukup hanya memahami konsep hafalan-hafalan, tetapi lebih dari itu guru
harus lebih dapat membuat bagaimana nalar serta sikap siswa
terbentuk.untuk itu guru wajib berupaya mengembangkan diri dalam
profesinya.
2.2 Peranan Media Pembelajaran
2.2 Peranan Media Pembelajaran
Pengertian media pendidikan menurut Aqip (2003:79) adalah segala sesuatu
yang digunakan untuk menimbulkan kegiatan belajar mengajar yang
memungkinklan siswa untuk memperoleh atau mencapai pengetahuan,
keterampilan, dan perubahan sikap.
Penertian ini bukan merupakan satu-satunya pengertian yang paling tepat
melainkan hanya merupakan salah satu jalan untuk mengambil consensus
dari adanya bermacam-macam istilah dan batasan. Disamping itu pengertian
ini perlu dirumuskan dengan maksud terdapatnya suatu landasan berpijak
yang menjadi titik berangkat guna pembahasan lebih lanjut. PTK Matematika SD
Media pendidikan mempunyai beberapa fungsi yaitu fungsi sosial, fungsi
edukafif, fungsi ekonomi, fungsi politik, dan fungsi budaya, Hamalik
(1980). Dalam hubungannya dengan fungsi edukatif media pendidikan
mempunyai beberapa ciri yaitu:
- Media pendidikan identik artinya dengan alat peraga yang berarti alat yang bisa diraba, dilihat, didengar, dan diamati oleh panca indra.
- Tekanan utama terdapat pada benda atau hal yang dapat didengar atau di lihat.
- Media pendidikan digunakan dalam rangka hubungan (komunikasi) dalam pengajaran antara guru dan murid.
- Media pendidikan adalah semacam alat bantu belajar mengajar, baik dalam kelas maupun di luar kelas.
- Media pendidikan mengandung aspek–aspek sebagai alat dan teknik yang sangat erat hubungannya dengan metode mengajar.
Media merupakan alat Bantu belajar dan mengajar. Alat ini hendaknya ada ketika dibutuhkan ubntuk memenuhi kebutuhan siswa dan guru yang menggunakannya. Agar kebutuhan yang beragam dari kurikulum dan siswa secara individu dapat terpenuhi, maka suatu variasi yang luas dan berjumlah besar memang diperlukan. Jika guru mengajar tanpa menggunakan atau dilengkapi dengan peralatan yang diperlukan (media) untuk melaksanakan tugasnya maka hasilnya akan kurang memuaskan dan tak dapat dipertanggungjawabkan.
Media pendidikan mempunyai dampak yang berarti bagi siswadan citra diri mereka, jika media tersebut dipilih secara tepat dan ceramat dengan mempertimbangkan cirri-ciri media dan karakteristik siswa. Media pendidikan akan lebih efektif dan efisien penggunaannya jika guru sudah terlatih dan terbiasa menggunakannya.
Mengingat betapa penting peran media pendidikan dalam kegiaatan belajar mengajar maka dalam setiap pembelajaran hendaknya menggunakan media pendidikan. Media pendidikan yang baik hendaknya disesuaikan dengan karakter siswa dan juga dikenal oleh siswa. Media yang dikenal siswa adalah benda-benda terdekat atau di lingkungan sekitar siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar