Rabu, 12 Juli 2017

Contoh Judul PTK SMP yang bisa jadi Pilihan

Contoh Judul PTK SMP yang bisa jadi Pilihan
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
Judul PTK SMP – Berikut kumpulan Judul PTK SMP yang bisa menjadi refernsi bagi Anda yang sedang menyusun PTK untuk tingkat SMP sebagai persyaratan dalam kenaikan jabatan :
  1. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE STAD DENGAN MEDIA VCD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP
  2. UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIG SAW SISWA KELAS IX SMP
  3.  UPAYA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII MTS
  4. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING MODEL JIGSAW PADA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII MTS
  5. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING (BELAJAR TUNTAS) SISWA KELAS VII MTS
  6. MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KOMPETENSI IMAN KEPADA MALAIKATMALAIKAT ALLAH DENGAN TEKNIK DISKUSI SISWA KELAS VII MTS
  7. PENGGUNAAN METODE SEGMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SISWA KELAS VII SMP
  8. MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI TINDAKAN PELAKSANAAN DAN PEMBIASAAN MENULIS JURNAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII SMP
  9. PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA SISWA KELAS VIII SMP
  10. MENGATASI PERMASALAHAN BELAJAR SISWA KELAS IX SMP MELALUI KONSELING EKLEKTIF DENGAN PERILAKU ATTENDING DI SMP
  11. PENDEKATAN METODE BELAJAR TUNTAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENGARANG BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMP
  12. PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MELALUI METODE KONTEKSTUAL BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS VIII SMP
  13. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS VII SMP
  14. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI METODE PENGAJARAN BERBASIS TUGAS/ PROYEK PADA SISWA SMP
  15. PENGGUNAAN METODE DISKUSI DAN PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SMP
  16. MENINGKATKAN KETAHANAN PRIBADI SISWA KELAS VIIA SMP DALAM BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
  17. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TEKNIK STAD PADA SISWA KELAS VII SMP
  18. IMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS VII SMP
  19. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIDANG BIMBINGAN SOSIAL MATERI TATA KRAMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT SISWA KELAS VIII SEMESTER II MTS DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING.[Ai]

Sabtu, 08 Juli 2017

Contoh PTK Matematika SMP [Lengkap]

Contoh PTK Matematika SMP [Lengkap] 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
Berikut ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs
  1. Pedoman Penyusunan Usulan ( download )
  2. Artikel Tentang PTK ( download )
  3. PTK Oman SMPN 272 :

Download Contoh PTK

Download Contoh  PTK 
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 


Berikut ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs
  1. Pedoman Penyusunan Usulan ( download )
  2. Artikel Tentang PTK ( download )
  3. PTK Oman SMPN 272 :

Contoh PTK Matematik SMP

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 

A. Kesimpulan

 Setelah peneliti cermati selama dalam kegiatan penelitian dari hal proses sampai pada hasil maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut:
1.    Dalam menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan kontekstual hendaknya guru juga memperhatikan pentingnya pengelolaan    kelas. Hal ini demi kelancaran proses pembelajaran. Sebab walaupun dalam pembelajaran sudah menggunakan metode pembelajaran yang baik namun jika dalam mengelola kelas kurang baik, maka proses pembelajaran akan terganggu dan hasilnya kurang memuaskan.
2.    Pembelajaran kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dengan menggunakan bangun kubus dan balok, telah memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Matematika sehingga pembelajaran lebih efektif. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan yang signifikan terhadap ketuntasan belajar siswa. Terlihat pada nilai ulangan siswa yang dilakukan setelah siklus III mencapai nilai rata-rata 7,47 dengan ketuntasan belajar 89,47% dengan demikian pembelajaran kontekstual berhasil.

B. Saran-saran

       Setelah mengetahui hasil dan kesimpulan selama penelitian berlangsung di SMP Negeri 280 Jakarta, peneliti memberikan saran antara lain:
1.   Seorang guru hendaknya trampil dan dapat menguasai berbagai metode                  pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.
2.   Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3.    Seorang guru harus dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan.
4.    Hendaknya guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah materi yang akan dibahas  pada pertemuan berikutnya supaya dalam pembelajaran siswa mempunyai gambaran materi.
 5.   Perlunya kolaborasi dengan guru yang lain di dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui   Penelitian Tindakan Kelas.
6.    Kepala Sekolah hendaknya memfasilitasi kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan  dalam Program Kerja Sekolah.

Laporan Untuk PTK Matematika SMP Kelas 7

Laporan Untuk PTK Matematika SMP Kelas 7

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata. Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik, mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1) meningkatkan kualitas guru SMP/MTs dari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1 penyetaraan, (2) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (3) meningkatkan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru SD, SMP, dan SMA.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi Teorema Pythagoras yang berbunyi: “Kuadrat ukuran hipotenusa dari segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat ukuran sisi siku-sikunya”, merupakan materi yang diberikan pada siswa SMP/MTs kelas VIII. Seorang guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami.

Mengajarkan matematika merupakan suatu kegiatan pembelajaran sedemikian sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan ketrampilan tentang matematika. Kemampuan dan ketrampilan tersebut ditandai dengan adanya interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan (Hudaya, 1988:122). Namun dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya yang berhubungan dengan matematika, ternyata masih banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami siswa maupun guru. Salah satu hambatan yang terjadi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, hal ini disebabkan kurang tepat pendekatan yang dipergunakan serta kurang optimal dalam pengunaan alat peraga yang ada. PTK Guru SMP.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri, didapatkan latar belakang siswa sangat bervariasi dalam motivasi belajarnya. Mereka rata-rata dalam belajar tanpa dibekali keinginan untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Mereka kurang dalam mengkaitkan materi satu dengan yang lain. Sehingga yang terjadi mereka kebingungan dan selanjutnya dalam menyelesiakan soal-soal tidak sesuai dengan prosedur.

Salah satu permasalahan yang terjadi di kelas VIII-3 SMP Negeri 280 Jakarta adalah materi Teorema Pythagoras, bentuk-bentuk kesalahan konsep yang sering terjadi seperti:
1.    Diketahui sebuah segitiga siku-siku di B panjang AB = 3 cm, BC = 4.
       Hitung panjang AC.
       Jawaban yang sering dilakukan oleh siswa:
       AC = AB2 + AC2 = 32 + 42 = 9 + 16 = 25
2.  Sebuah tongkat yang panjangnya 26 cm disandarkan pada tembok. Jika jarak ujung tongkat pada tanah ke tembok adalah 10 cm, tentukan jarak ujung tongkat pada tembok ke tanah.

Jawaban siswa:
Panjang tongkat = r, jarak ujung tongkat atas ke tanah = a, dan jarak ujung tongkat bawah ke tembok = b maka: r = a2 + b2 = 262 + 102 = 656 + 100 = 756.
      Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas peneliti ingin memecahkan permasalahan tersebut  dengan melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul: “Upaya Meningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VIII-3 SMP N”.



B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
1. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ?
2. Kendala apa saja yang ditemui dalam pembelajaran matematika ?
3. Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?
4. Apakah penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras?
5. Bagaimanakah penggunaan sarana dan prasaran yang optimal dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa ?
6. Seberapa besar kontribusi Pendekatan Kontekstual dalam pencapaian hasil belajar siswa?

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan masalah:
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi masalah hanya pada penerapan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian Tindakan Kelas. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras yang dapat dilakukan dengan pendekatan Kotekstual. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor sosial, ekonomi, lingkungan dan faktor eksternal lainnya tidak dibahas  atau diabaikan.
2. Perumusan masalah
   Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan pada pendahuluan, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
“Apakah pendekatan kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dapat meningkatkan hasil belajar matematika?”

D. Tujuan Penelitian

        Mengacu pendapat yang dikemukakan oleh Suhardjono, (2006:61) penelitian tindakan kelas ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum tujuan penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
3. Meningkatkan sikap profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
4. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap positif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.
Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, yaitu :
1. Ingin mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada kelas VIII-3 SMP Negeri  melalui pendekatan kontekstual.
2. Memperbaiki kualitas pembelajaran.
3. Mengetahui salah satu cara engajarkan materi Teorema Pythagoras di SMP.
   

E. Manfaat Penelitian

       Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi siswa:
a. Membiasakan siswa untuk berani mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.
b. Mengubah pola pikir siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, menakutkan, dan membosankan menjadi pelajaran menyenangkan dan mengasyikan serta berguna dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi guru:
a. Untuk memperbaiki metode pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Membiasakan guru untuk berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran.
c. Meningkatkan profesionalsme guru melalui penelitian yang dilakukan.

3. Bagi sekolah:
a. Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Untuk meningkatkan kinerja guru.
c. Untuk menigkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
d. Untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan sekolah.


Penelitian Tindakan Kelas Matematik SMP

Penelitian Tindakan Kelas Matematik SMP

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 

A. Kesimpulan

 Setelah peneliti cermati selama dalam kegiatan penelitian dari hal proses sampai pada hasil maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut:
1.    Dalam menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan kontekstual hendaknya guru juga memperhatikan pentingnya pengelolaan    kelas. Hal ini demi kelancaran proses pembelajaran. Sebab walaupun dalam pembelajaran sudah menggunakan metode pembelajaran yang baik namun jika dalam mengelola kelas kurang baik, maka proses pembelajaran akan terganggu dan hasilnya kurang memuaskan.
2.    Pembelajaran kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dengan menggunakan bangun kubus dan balok, telah memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Matematika sehingga pembelajaran lebih efektif. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan yang signifikan terhadap ketuntasan belajar siswa. Terlihat pada nilai ulangan siswa yang dilakukan setelah siklus III mencapai nilai rata-rata 7,47 dengan ketuntasan belajar 89,47% dengan demikian pembelajaran kontekstual berhasil.

B. Saran-saran

       Setelah mengetahui hasil dan kesimpulan selama penelitian berlangsung di SMP Negeri 280 Jakarta, peneliti memberikan saran antara lain:
1.   Seorang guru hendaknya trampil dan dapat menguasai berbagai metode                  pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.
2.   Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3.    Seorang guru harus dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan.
4.    Hendaknya guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah materi yang akan dibahas  pada pertemuan berikutnya supaya dalam pembelajaran siswa mempunyai gambaran materi.
 5.   Perlunya kolaborasi dengan guru yang lain di dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui   Penelitian Tindakan Kelas.
6.    Kepala Sekolah hendaknya memfasilitasi kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan  dalam Program Kerja Sekolah.

PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8

PTK MATEMATIKA SMP KELAS 8

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Dalam proses belajar matematika terjadi proses berfikir. Seseorang dikatakan berfikir bila melakukan kegiatan mental dan orang yang belajar matematika selalu melakukan kegiatan mental. Sehingga dalam berfikir, seseorang dapat menyusun hubungan-hubungan antar bagian-bagian informasi sebagai pengertian, kemudian dapat disusun kesimpulan. Dalam proses itu juga melibatkan bagaimana bentuk kegiatan mengajarnya.

Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar merupakan usaha
manuasia atau makhluk hidup lainnya yang membutuhkan dunia untuk mengembangkan dan melangsungkan hidupnya. Manusia selalu mengandalkan interaksi dengan dunia luar, selalu berusaha untuk menggunakan dan mengubah dunia luar untuk kebutuhan dirinya.


C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses Pembelajaran Matematika

     Menurut Herman Hudoyo (1988:6) kegiatan belajar yang kita kehendaki akan bisa tercapai bila faktor-faktor berikut ini dapat dikelola sebaik-baiknya:
1 Peserta didik
Kegagalan atau keberhasilan belajar sangat tergantung kepada peserta didik. Misalnya saja, bagaimana kemampuan dan kesiapannya untuk belajar matematika, bagaimana kondisi si anak, dan kondisi fisiologisnya. Orang yang dalam keadaan sehat jasmani akan lebih baik belajar daripada orang yang dalam keadaan lelah, seperti perhatian, pengamatan, ingatan juga berpengaruh terhadap kegiatan belajar seseorang.
2.  Pengajar
Kemampuan pengajar dalam menyampaikan materi dan sekaligus menguasai materi yang diajarkan sangat mempengaruhi terjadinya proses belajar. Seorang pengajar yang tidak menguasai materi matematika dengan baik dan kurang menguasai cara menyampaikan dengan tepat dapat mengakibatkan rendahnya mutu pengajaran dan yang kedua dapat menimbulkan kesulitan peserta didik dalam memahami matematika. Akibatnya proses belajar matematika tidak berlangsung efektif.
3.  Sarana dan prasarana
Sarana yang lengkap seperti adanya buku teks dan alat bantu belajar merupakan fasilitas yang penting. Demikian pula prasarana yang cocok seperti ruangan dan tempat duduk yang bersih dan sejuk bisa memperlancar terjadinya proses belajar. Tidak menutup kemungkinan penyediaan sumber lain, seperti majalah tentang pengajaran matematika, laboratorium matematika dan lain-lain akan dapat meningkatkan kualitas belajar.
4.  Penilaian
Penilaian dipergunakan untuk melihat bagaimana berlangsungnya interaksi antara pengajar dan peserta didik. Disamping itu penilaian juga berfungsi untuk meningkatkan kegiatan belajar sehingga dapat diharapkan dapat memperbaiki hasil belajar apabila kurang berhasil. Penilaian juga mengacu pada proses belajar, yang dinilai adalah bagaimana langkah-langkah berfikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, apabila langkah-langkah penyelesaian masalah benar sedangkan langkah terakhir salah, telah menunjukkan proses belajar siswa baik.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yairu :  peserta didik, pengajar, sarana dan prasarana, penilaian yang kesemuanya itu wsangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.