Jumat, 14 Juli 2017

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMP Sedrajat

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMP Sedrajat 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Penelitian tindakan kelas atau yang yang kita kenal dengan istilah PTK telah menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan karier profesi guru.

Penelitian seringkali menjadi momok bagi para guru di sela kesibukan mereka mengurusi pekerjaan mengajar dan kegiatan administratif yang sangat menyita waktu.

Namun demikian, pembuatan PTK bukanlah sesuatu yang harus dijadikan momok. Tips-nya adalah luangkan waktu untuk belajar dan banyak-banyaklah membaca literatur. Klise memang, tapi mau bagaimana lagi? He....he...he.

Kali ini kami menuliskan penelitian tindakan kelas/PTK Matematika untuk SMP. Anda dapat memilah mana judul yang sekiranya cocok dengan inspirasi Anda. Setelah memilah judul, Anda dapat langsung men-download-nya. Cara mengunduhnya sangat mudah. Klik saja judulnya dan otomatis judul PTK yang Anda pilih akan terdownload.

Nah, berikut adalah contoh PTK Matematika SMP untuk rujukan Anda. Silahkan disimak!


EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA “3 IN 1” DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IX DI SMP NEGERI 13 SEMARANG
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI POKOK PECAHAN DI SMPN 8 BATANG
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORRAY PADA MATERI PECAHAN DI SMP NEGERI 1 SONGGOM
PENERAPAN PEMBELAJARAN OPEN ENDED BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENGETAHUI HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR KELAS VIII SMP NEGERI 23 SEMARANG  
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MODEL SOMATIC AUDITORY VIZUALIZATION INTELLECTUAL BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS VII PADA MATERI SEGITIGA SMP NEGERI 1 SEMARANG
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TPS DENGAN ASESMEN KINERJA BERBANTUAN ALAT PERAGA MATERI GEOMETRI DI SMP NEGERI 9 PEKALONGAN
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DENGAN PENDEKATAN PMRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 2 KARANGANYAR KABUPATEN DEMAK
KEEFEKTIFAN MODEL AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK SMP
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP IT BINA AMAL DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI POKOK LINGKARAN  
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL“THINK-PAIR-SHARE” PADA MATERI FUNGSI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP SEMESTA
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI PISA BERPENDEKATAN PMRI BERMEDIA LKPD MENINGKATKAN LITERASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMP


PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN ILMIAH BERBANTUAN LKPD UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER JUJUR DAN PEMECAHAN MASALAH BAGI SISWA SMP
STUDI KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN TAI DAN MODEL CIRC TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP N 8 SEMARANG PADA MATERI KUBUS DAN BALOK
 ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) SLOW LEARNER DI KELAS INKLUSIF SMP NEGERI 7 SALATIGA
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP MATERI LINGKARAN DALAM PEMBELAJARAN MODEL TWO STAY TWO STRAY (TSTS) DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC
KEEFEKTIFAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK SMP KELAS VII
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN CD INTERAKTIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP KELAS VII MATERI PELUANG
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI LINGKARAN

PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII

PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia melalui proses transformasi pendidikan yaitu membudayakan dan memberadabkan manusia (Dimyati, 2006). Melalui proses pendidikan manusia berupaya mengembangkan kepribadian dan kemampuannya (Wijaya,1992). Inovasi model dan evaluasi pembelajaran sangat penting dalam hal mentransformasikan ilmu, namun hal tersebut tidak dapat terpenuhi karena banyaknya siswa yang ditampung melebihi kapasitas yang ditentukan sehingga umumnya guru hanya menggunakan metode ceramah saja. Download PTK matematika smp kelas 8 doc Menurut Permendiknas No. 41 Tahun 2007 kapasitas kelas hanya dibatasi 32 siswa (Permendiknas:2007). Jumlah siswa yang ideal dalam setiap kelasnya hanya berkisar 20-32 siswa.
Keadaan yang demikian dapat dipastikan perkembangan belajar setiap individu tidak dapat diperhatikan dengan baik, sehingga diperlukan strategi atau cara untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi pelajaran yang telah mereka terima. Strategi yang dilakukan biasanya dengan memberikan evaluasi berupa tugas atau tes, akan tetapi dengan jumlah siswa yang melebihi kapasitas kelas yang ditentukan mengakibatkan lamanya waktu pengoreksian. Pengoreksian yang memakan waktu lama ini mengakibatkan kesalahan siswa terlambat diketahui, sementara pembelajaran terus berlanjut sehingga tidak ada waktu untuk melakukan perbaikan kembali. Keadaan seperti ini mengakibatkan siswa yang belum mengerti materi tertentu untuk selanjutnya tidak akan mengerti materi berikutnya, karena dalam pembelajaran matematika antara materi yang satu dengan materi yang lainnya saling berkesinambungan.
Evaluasi yang pengoreksiannya memakan waktu cukup lama dapat diatasi dengan menggunakan metode fast feedback yaitu metode evaluasi dengan teknik pengoreksian yang cepat. Kelebihan metode fast feedback ini adalah pengoreksiannya cepat dan dapat langsung diketahui hasilnya sehingga dapat segera dilakukan remidiasi jika terjadi miskonsepsi siswa (Berg, 2008). Contoh ptk matematika smp kelas 8  Kelebihan lain dari metode ini yaitu dapat dilakukan sesering mungkin selama proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Hasil penelitian terkait dengan penerapan metode fast feedback adalah aplikasi metode fast feedback pada pembelajaran matematika tentang garis dan sudut dan diperoleh hasil belajar matematika meningkat yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase keberhasilan dari siklus I sebesar 75% menjadi 87,5% setelah diberikan feedback oleh guru (Ratnasari, 2010). Wikanthi (2012), Aplikasi metode fast feedback pada pembelajaran matematika tentang kubus juga mengalami peningkatan terhadap hasil belajar siswa yang ditunjukkan dengan meningkatnya persentase keberhasilan dari siklus I sebesar 62,5% menjadi 95% setelah diberikan feedback berupa pembelajaran.
Metode fast feedback ini pernah diteliti sebelumya oleh Berg, dkk (2003) di salah satu universitas di Filipina dengan jumlah mahasiswa 40 sampai 70 orang per kelas. Hasil dari penelitian tersebut terbukti bahwa dengan menggunkan metode fast feedback pengajar dapat mengoreksi jawaban atau respon siswa terhadap tugas yang diberikan hanya dalam hitungan detik. Download ptk matematika smp kelas 8 pdf Kegiatan review yang dilakukan tersebut untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya yaitu memberikan tugas baru atau diberikan pembelajaran terlebih dahulu sebelum memberikan tugas berikutnya.
Mazur (1997) dari Harvard University telah mengembangkan pengajaran konseptual untuk kelas besar di Universitas Harvard, dengan menggunakan metode fast feedback, guru dapat melakukan diskusi saat itu juga dengan siswa sehingga dapat mempelajari berbagai konsep siswa secara cepat dan melakukan perbaikan terhadap konsep yang salah melalui kegiatan menyimpulkan hasil diskusi atau memberikan argumen maupun demostrasi untuk meyakinkan siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menerapkan metode fast feedback dapat meningkatkan persentase keberhasilan pembelajaran matematika pada materi garis dan sudut dan juga pada kubus, maka dari itu peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang “Penerapan Metode Fast Feedback Model Pengelompokkan Jawaban Untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Pada Materi Teorema Pythagoras”, dan memilih SMP Negeri .... Kabupaten .... sebagai tempat penelitian dan kelas VIII sebagai obyek penelitian. Download PTK matematika smp doc

CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA

CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 

CONTOH LENGKAP PTK MATEMATIKA SMP KELAS VIII PYTHAGORAS-Selama ini dalam proses kegiatan belajar mengajar, evaluasi yang diberikan berupa tes atau tugas diakhir program sehingga kesalahan siswa terlambat diketahui. Hal tersebut dapat diatasi dengan menerapkan metode fast feedback. Metode fast feedback yaitu metode yang teknik pengoreksiannya cepat sehingga kesalahan siswa dapat segera diketahui dan dilakukan perbaikan saat itu juga. Download PTK matematika smp doc Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri .... menggunakan metode fast feedback model pengelompokkan jawaban. 
Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitan Tindakan Kelas (PTK) dengan guru sebagai peneliti, dan subjek yang digunakan adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri .... yang berjumlah 42 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase siswa yang menjawab benar meningkat dari siklus 1: 73,08% menjadi 92,31%, siklus 2: 69,23% menjadi 100%, siklus 3: 92,30% menjadi 96,15%, siklus 4: 38,46% menjadi 76,92%, dan meningkat lagi menjadi 88,46%, siklus 5: 92,30% menjadi 96,15, dan siklus 6: persentase keberhasilan 96,15%. Contoh ptk matematika smp kurikulum 2013  Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan metode fast feedback model pengelompokkan jawaban sangat membantu guru dan efektif digunakan dalam memperbaiki kesalahan konsep siswa dalam pembelajaran matematika pada materi teorema pythagoras.

PENELITIAN PTK Matematika SMP



Penelitian PTK Matematika SMP
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
 A.    Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sidoarjo, yang pelaksanaannya dimulai 11 September 2006 sampai dengan 11 Nopember 2006 yang melibatkan seorang guru matematika sebagai peneliti, 2 guru (teman sejawat) untuk membantu mengambil data sebagai observator dalam pelaksanaan penelitian. Adapun subyek penelitian adalah 40 siswa kelas VIII – E yang keadaan siswa dalam kelas tersebut heterogen.
Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan rincian sebagai berikut : siklus I, dengan dalam 3 x Tatap Muka (TM); siklus II dengan 2 x TM, siklus III dengan 2 x TM. Adapun materi yang dibahas dalam 3 siklus tersebut adalah :
  1. Siklus I membahas materi : mengenal persamaan garis lurus dalam berbagai bentuk dan variabel, mengenal pengertian dan menentukan gradien persamaan garis lurus dalam berbagai bentuk.
  2. Siklus II membahas materi : menentukan persamaan garis lurus pada sebuah titik dengan gradien tertentu dan persamaan garis melalui dua titik.
  3. Siklus III membahas materi : menentukan syarat dua garis sejajar, dua garis berpotongan tegak lurus, dan menentukan koordinat titik potong dua garis yang berpotongan.


B.    Rencana Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan rancangan penelitian tindakan yang dilaksanakan di kelas, sehingga disebut Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 3 siklus masing-masing siklus meliputi : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hal ini sesuai pendapat Suharsimi A, Suhardjono, Supardi (halaman 73) PTK dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang di dalamnya terdapat empat bahasan utama kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang dapat digambarkan sebagai berikut : 

PTK Matematika SMP   yang ada di postingan ini belum sempurna atau belum lengkap untuk mendapatkan ptknya yang lengkap silahkan anda klik tombol download dibawah ini, semoga ptk ini bermanfaat selalu untuk anda semua, salam sukses ya.
RPP Berkarakter SMP

Contoh PTK Matematika SMP

Contoh PTK Matematika SMP
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
 A.    Latar Belakang Masalah

Sampai saat ini pelajaran matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang amat sulit untuk dipelajari, sehingga hasil yang diperoleh siswa masih sangat jauh dari yang diharapkan. Sebagai gambaran dari hasil ulangan harian materi sebelumnya siswa yang memperolah nilai ≥ 67,55, sesuai dengan Standar Ketuntasan Belajar Minimal sebesar 24 % ( 9 siswa dari 40 siswa). Sementara itu matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional, maka seluruh kompetensi yang ada harus dikuasai siswa, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa mencapai Standar Ketuntasan Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu harus diupayakan meminimalkan kesulitan-kesulitan belajar matematika yang dihadapi siswa.

Penyebab kesulitan belajar yang dihadapi siswa sangatlah komplek, yang datang dari siswa sendiri misalkan kurangnya pengetahuan prasyarat yang dimiliki siswa, masalah sosial dan lain-lain. Adapun kesulitan belajar siswa disebabkan oleh guru misalnya, guru dalam proses pembelajaran tidak mengikutsertakan siswa dalam pembelajaran secara aktif, siswa hanya disuruh menghafal rumus-rumus, menerima konsep-konsep yang ada tidak melakukan sendiri. Sehingga hasilnya kurang bermakna dan tidak terekam dengan baik pada otak siswa.

Peneliti mengambil materi persamaan garis lurus, karena kebanyakan siswa selama peneliti menyampaikan materi ini banyak mengalami kesulitan, dengan hasil yang kurang membanggakan. Padahal banyak soal-soal yang berhubungan dengan materi telah dibahas, setelah konsep-konsep yang berhubungan dengan materi penulis berikan.

Untuk mengantisipasi permasalahan di atas, perlu diupayakan suatu pembelajaran yang meminimalkan kesulitan belajar siswa. Kesulitan belajar siswa dapat diupayakan dengan cara menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga belajarnya bermakna. Bila belajarnya bermakna diharapkan kesulitan belajar siswa berkurang dan pada akhirnya ada peningkatan hasil belajarnya.

Adapun usaha yang akan dilakukan untuk mengupayakan belajar bermakna pada mata pelajaran matematika dengan Pembelajaran Konstruktivis. Pembelajaran Konstruktivis memungkinkan siswa untuk membangun pengetahuaannya sendiri yang diperoleh dari pengalaman yang dialaminya dan dapat pula menghubungkan dengan pengalaman yang lalu (Pengetahuan Prasyarat) yang dimilikinya.
B.    Rumusan Masalah PTK Matematika SMP
Masalah yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan Pendekatan Konstruktivis dapat meminimalkan kesulitan belajar materi persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII – E SMP Negeri 4 Sidoarjo.


C.    Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan agar siswa kelas VIII – E SMP Negeri 4 Sidoarjo dapat meningkatkan hasil belajar matematikanya, yang ditunjukkan pada indikator :
1.    Umum :
Meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMP Negeri 4 Sidoarjo yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memperoleh hasil belajar matematika yang optimal.
2.    Khusus :
  • Meningkatnya respon siswa dalam aktivitas dan kreativitasnya dalam pembelajaran.
  • Sekurang-kurangnya 65 % perolehan hasil belajar matematika individu siswa kelas VIII – E SMP Negeri 4 Sidoarjo di atas SKBM yang telah ditentukan.
D.    Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
  1. Siwa : mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
  2. Guru  :  menambah wawasan dan informasi untuk  memilih bentuk-bentuk pendekatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sesuai dengan materi yang akan diajarkan, agar dalam pembelajaran mendapatkan hasil yang maksimal.
E.    Difinisi Operasional
Adapun difinisi operasional yang dipergunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :
  • Kesulitan belajar artinya hambatan belajar yang dialami oleh siswa dalam memahami materi yang dipelajari dalam proses pembelajaran.
  • Pendekatan konstruktivis artinya suatu cara yang dipergunakan dalam proses pembelajaran dengan membangun sendiri pengetahuan yang akan diperoleh siswa melalui pengalaman belajar yang dialaminya.
  • Persamaan garis lurus adalah suatu persamaan dalam matematika yang variabelnya mempunyai pangkat 1 dan grafiknya berupa garis lurus.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
PTK Matematika SMP

A.    Pembelajaran Matematika
1.    Pengertian
Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Matematika berasal dari bahasa latin MANTHANEIN atau MATHEMA yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut WISKUNDE atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.
2.    Tujuan
Tujuan pembelajaran matematika menurut DepPenNas 2003 adalah:
  • Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi.
  • Mengembagkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba.
  • Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
  • Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain pembicaraan lisan, catatan, grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan (DepPenNas, 2003).
3.    Ruang Lingkup
Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Standar kompetensi matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibakukan dan harus ditunjukkan oleh siswa pada hasil belajarnya dalam mata pelajaran matematika.
B.    Elemen belajar Konstruktivis

Pembelajaran matematika akan bermakna bagi siswa apabila mereka aktif dalam proses pembelajaranan membangun (mengkonstruksi) sendiri materi pembelajaran yang mereka perlukan. Menurut  Zakorik (dalam CTL, 2003: 7) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran konstruktivis.
  1. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (ACTIVATING KNOWLEDGE)
  2. Memperoleh pengetahuan baru (ACQUIRING KNOWLEDGE) dengan cara mempelajari secara keseluruhan data, kemudian memperhatikan detailnya.
  3. Pemahaman pengetahuan (UNDERSTANDING KNOWLEDGE) yaitu dengan cara menyusun (a) konsep sementara (hipotesis), (b) melakukan SHARING kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu, (c) konsep tersebut direvisi dan dikembangkan.
  4. Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (APPLYING KNOWLEDGE).
  5. Melakukan refleksi (REFLECTING KNOWLEDGE) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.
C.    Pengaruh Konstruktivis dalam Pembelajaran Matematika
Dalam pembelajaran matematika pengaruh konstruktivisme menurut Lambas, dkk, (2004: 14) meliputi:
1.    Pengaruh konstruktivisme terhadap proses pembelajaran siswa.
Bagi konstruktivisme, belajar adalah kegiatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan barunya, siswa mencari sendiri arti dari yang mereka pelajari dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya, mereka sendiri yang membuat penalaran dengan apa yang dipelajarinya dengan cara mencari makna, membandingkan apa yang telah diketahui dengan pengalaman dan situasi baru.
2.    Pengaruh konstruktivisme terhadap proses mengajar guru.
Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke  siswa, tetapi merupakan kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan siswa dalam membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersifat kritis dan mengadakan justifikasi.
D.    Teori Pembelajaran dengan Pendekatan Konstruktivis PTK Matematika SMP

Kesulitan belajar siswa merupakan suatu hal yang harus segera dapat diatasi, dicari penyebab dan jalan keluarnya. Kegagalan siswa dalam pembelajaran adalah kegagalan guru dalam pendidikan. Karena pengetahuan bukannya seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah-kaidah yang siap diambil dan diingat sejalan dengan itu.

Piaget (dalam Nurhadi, dkk., 2003 : 36) berpendapat, manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya, seperti kotak-kotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Pengalaman sama bagi beberapa orang akan dimaknai berbeda-beda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda. Setiap pengalaman baru dihubungkan dengan kotak-kotak (struktur pengalaman) dalam otak manusia tersebut.

Sejalan dengan pendapat di atas, dalam pembelajaran agar siswa diberi kesempatan membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Dalam buku CTL yang disusun oleh Departemen Pendidikan Nasional (2002: 11) siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa, siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di benak mereka sendiri.

Pendapat di atas diperkuat oleh Nurhadi (2002: 26) menyatakan landasan filosofi CTL adalah konstruktivis, yaitu filosofi belajar yang menekankan bahan belajar tidak hanya sekedar menghafal, siswa harus mengkonstruksikan  pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi mencerminkan ketrampilan yang dapat diterapkan.

Pengetahuan terus berkembang, penemuan-penemuan baru banyak yang ditemukan sehingga pembelajaran tidak pernah berakhir dan harus selalu diikuti perkembangannya. Nurhadi, Burhanudin Yasin, Agus Gerrad Senduk (2003 : 10) berpendapat teori konstruktivis memandang secara terus-menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lain dan memperbarui aturan-aturan tersebut jika tidak sesuai lagi. Teori konstruktivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Karena penekanannya pada siswa yang aktif maka strategi konstruktivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada siswa (STUDENT-CENTERED INSTRUCTION). Di dalam kelas yang pengajarannya berpusat pada siswa, peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta, konsep atau prinsip bagi diri mereka sendiri, bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran dapat mengoptimalkan pengalaman belajar. Siswa menemukan konsep-konsep atau dalil matematika sendiri, maupun melalui diskusi kelompok dengan guru sebagai fasilitator, sehingga dapat meminimalkan kesulitan belajar siswa.

Rabu, 12 Juli 2017

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
  • (KODE PTK-0001) : SKRIPSI PTK APLIKASI MODEL PEMBELAJARAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GERAK DASAR (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0002) : SKRIPSI PTK PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERCERITA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0003) : SKRIPSI PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS NARASI (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0004) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI DENGAN TEKNIK PARAFRASE WACANA DIALOG (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0005) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0006X) : TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME ASSISTED LEARNING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT RESMI (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0007X) : TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN APRESIASI DENGAN METODE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0008X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN METODE KOOPERATIF INTEGRASI MEMBACA DAN KOMPOSISI (CIRC) (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0009X) : TESIS PTK USAHA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0010X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MEDIA GAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0011) : SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA DENGAN PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DRAMA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0012X) : TESIS PTK PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS DALAM PEMBELAJARAN FIQH ZAKAT (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0013X) : TESIS PTK PENERAPAN STRATEGI BELAJAR PQ4R UNTUK PENINGKATAN MINAT BACA AL-QUR’AN DAN PRESTASI SISWA DI SMPN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0014X) : TESIS PTK UPAYA PENCAPAIAN KOMPETENSI DASAR MEMBUAT DOKUMEN PENGOLAH ANGKA DENGAN VARIASI TEKS, TABEL, GRAFIK, GAMBAR DAN DIAGRAM MELALUI MODEL PENILAIAN BERBASIS PORTOFOLIO (MATA PELAJARAN : TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0015X) : TESIS PTK PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TEMATIK DALAM RANGKA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SD X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0016) : SKRIPSI PTK IMPROVING STUDENTS READING ABILITY USING RECIPROCAL TEACHING (MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0017) : SKRIPSI PTK IMPROVING THE STUDENTS CAPABILITY IN COMPREHENDING READING PASSAGE THROUGH GROUP WORK (MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0018) : SKRIPSI PTK UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW PADA KELAS XI TAV-B SMKN X (MATA DIKLAT : KOMPETENSI KEJURUAN 3) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0019) : SKRIPSI PTK PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN DLM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LEMPAR LEMBING SISWA KELAS VII 2 SMP X-1 (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0020) : SKRIPSI PTK PENGUASAAN TEKNIK DASAR LEMPAR CAKRAM DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI ALAT PADA SISWA KELAS XI IPS SMAN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0021X) : TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN INTEGRATIF SISWA KELAS VIII SMPN (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0022X) : TESIS PTK PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS X SMKN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0023X) : TESIS PTK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN BELAJAR MANDIRI SISWA DAN HASIL BELAJAR IPS (MATA PELAJARAN : IPS) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0024) : SKRIPSI PTK UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN LKS MATA DIKLAT KOMPETENSI KEJURUAN 1 PADA KLS XI TAV-C (MATA DIKLAT : KOMPETENSI KEJURUAN 1) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0025) : SKRIPSI PTK PEMANFAATAN MULTIMEDIA POWER POINT UTK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM SARAF DI SMP X (MATA PELAJARAN : BIOLOGI) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0026) : SKRIPSI PTK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TWO STAY TWO STRAY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERDISKUSI SISWA KELAS IX A SMPN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0027) : SKRIPSI PTK PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI PADA SISWA KELAS VII B SMP X MENGGUNAKAN MEDIA CERITA BERGAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0028X) : TESIS PTK PEMBELAJARAN DIMENSI TIGA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X 7 SMAN X (MATA PELAJARAN : MATEMATIKA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0029X) : TESIS PTK PENERAPAN PENILAIAN PORTOFOLIO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MODEL INKUIRI SEBAGAI USAHA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMP (MATA PELAJARAN : BAHASA INGGRIS) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0030X) : TESIS PTK PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN METODE LATIHAN DISTRIBUTED PROGRESSIVE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA MATERI BOLA BASKET DI SMAN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN JASMANI) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0031X) : TESIS PTK PENGGUNAAN METODE QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS DITINJAU DARI INTELIGENSIA SISWA DI SMAN X (MATA PELAJARAN : GEOGRAFI) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0032X) : TESIS PTK PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMERANKAN TOKOH DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BERMAIN DRAMA RENDRA (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]] 
  • (KODE PTK-0033X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DENGAN MEDIA GAMBAR (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0034X) : TESIS PTK UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN SISWA KELAS I MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN TERPADU (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0035) : SKRIPSI PTK PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS VIII B SMP X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0036) : SKRIPSI PTK PENERAPAN REMEDIAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA LANCAR SISWA KELAS II SDN X (MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0037) : SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0038) : SKRIPSI PTK PENGGUNAAN MODEL PORTOFOLIO SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS VIII E SMPN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN) [[ LIHAT ISI BAB I ]]
  • (KODE PTK-0039) : SKRIPSI PTK UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PKN MELALUI METODE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS VII SMPN X (MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Contoh Judul Dan Masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Contoh Judul Dan Masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Di bawah ini 103 contoh judul PTK yang dapat digunakan sebagai contoh untuk menentukan judul atau masalah dalam PTK, walau pun sebenarnya masalah tersebut sesuai dengan permasalahan yang tedapat pada sekolah atau kelas masing-masing. Namun untuk yang pemula dalam melakukan penelitian mudah-mudahan bisa menjadi sumber inspirasi dalam menentukan judul atau masalah dalam PTK. Semoga bermanfaat.

1. UPAYA MENINGKATKAN GAIRAH BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR

2. UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD MELALUI PERANAN HADIAH SEBAGAI PERANGSANG TIMBULNYA KOMPETENSI

3. UPAYA MENINGKATKAN KEDISPLINAN SISWA MELALUI PENERAPAN HUKUMAN

4. UPAYA MEMINIMALKAN MISKONSEPSI DAN MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP-KONSEP IPA MELALUI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK BAGI SISWA KELAS IV SD

5. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SI SD DENGAN PENDEKATAN KETRAMPILAN PROSES

6. UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR MELALLUI PEMBERIAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD WANAGIRI KAB. KULON PROGO YK

7. PENINGKATAN KEDISPLINAN SISWA MELALUI KETELADANAN GURU SD NEGERI PRAWIROTAMAN
8. PROP. PENELITIAN T. KELAS UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATA PELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN

9. PROP. PENELITIAN PENGARUH PERILAKU ANAK YANG MENYIMPANG TERHADAP KEBERHASILAN PROSES PEMBELAJARAN DI SDN DUKUH II YK PADA MURID KELAS I CAWU 2 TH PELAJARAN 2001/2002 – 01

10. KARYA TULIS PENDIDIKAN MENYAMBUT KBK - 03

11. USULAN PENELITIAN PTK UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN FISIKA PADA SEKOLAH SLTP MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN LABORATORIUM BERBASIS COOPERATIVE LEARNING SEBAGAI IMPLEMENTASI KBK - 03

12. LAPORAN HASIL OBSERVASI KELAS DI SDN KOKAP PENCIPTAAN IKLIM BELAJAR YANG MENUNJANG - 01

13. PERKEMBANGAN MANUSIA DAN PENDIDIKAN - 03

14. LAPORAN HASIL UJI COBA TES DI SDN SEJATI SUMBERARUM MOYUDAN SLEMAN - 01

15. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS PERANAN BERTANYA SISWA SD DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA - 01

16. PROP. PENELITIAN T. KELAS PERANAN PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN TANYA JAWAB TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VI CAWU I SD MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA TH PELAJARAN 2001/2002 - 01

17. PROP. PENELITIAN T. KELAS UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA

18. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENGAKTIFKAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD MELALUI PENDEKATAN RANI - 04

19. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV SDN I MADUKARA - 03

20. PROP. PENELITIAN PERANAN PENGUATAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA - 02

21. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN STRATEGI PAKEM KELAS IV SDN SORONALAN I TH AJARAN 2003/2004 - 04

22. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI METODE CERAMAH BERVARIASI SISWA KELAS V CAWU I DI SDN 2 KARANGTURI MREBET PURBALINGGA – 04

23. PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA SECARA EFEKTIF – 01

24. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN EKSPLORATORY DISCOVERY - 03

25. LAPORAN PROPOSAL PENELITIAN PERANAN MEDIA DALAM MENINGKATKAN KETRAMPILAN MEMBACA DI KELAS RENDAH - 01

26. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENUMBUHKAN BAKAT DAN KREATIVITAS SISWAKELAS IV SDN WANADADI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE DISCOVERY LEARNING - 03

27. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LABORATORY – 04

28. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD MELALUI PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT - 03

29. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA SECARA EFEKTIF – 01

30. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA INDONSESIA SD DENGAN MENGEFEKTIFKAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI – 04

31. USULAN PENELITIAN TINDAK KELAS PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PPKN. MELALAUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOPOLIO DI KELAS 11 – a SLTPN 12 BANDUNG -03

32. PRPOSALPENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING – 04

33. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SD MELALU PENDEKATAN INKUIRI – 04

34. PROPOSAL PENELITIAN UPAYA MENINGKATAKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME - 04

35. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA DENGAN METODE DEMONSTRASI -04

36. PROPOSAL UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI PELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN PERCOBAAN 4 WATES – 01

37. PROPOSAL PENELITIAN TINDAK KELAS UPAYA MENGOPTIMALKAN BIMBINGAN KONSELING DI SD UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR ANAK -04

38. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS PERANAN ALAT PERAGA TERHADAP PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA - 01

39. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA LISAN (BERBICARA) MELALUI METODE SOSIODRAMA - 03

40. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR MEMBACA MELALUI PENGINTEGRASIAN PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA - 03

41. PROP. PENELITIAN T. KELAS PERANAN PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN TANYA JAWAB TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VI CAWU I SD MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA TH PELAJARAN 2001/2002 - 01

42. PROP. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN MURID DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DITINJAU DARI PENGGUNAAN MEDIA DAN KONDISI KELAS PADA SEKOLAH DASAR - 01

43. LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI PERPUSTAKAAN DAPAT MENINGKATKAN BELAJAR BAGI SISWA DI KELAS IV - 01

44. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI KETELADANAN GURU SDN I BANDINGAN - 03

45. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI MATA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN MASTERY LEARNING - 04

46. PROP. PENELITIAN UPAYA MENGATASI KESULITAN BELAJAR MELALUI PEMBERIAN BIMBINGAN BELAJAR DI SD WANIGIRI KAB. KULON PROGO YK - 04

47. PROP. PENELITIAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR SERI GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN PUJOKUSUMAN III YK - 01

48. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS MENINGKATKAN KETRAMPILAN SISWA MELALUI OPTIMALISASI PERPADUAN HANDS-ON DAN MINDS-ON MENGGUNAKAN KIT IPA DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SDN GUMIWANG - 03

49. PROP. PENELITIAN UPAYA MENGATASI MASALAH BELAJAR SISWA KELAS III MELALUI BIMBINGAN BELAJAR DI SDN KARANGKOBAR I - 03

50. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPA DENGAN PENDEKATAN (STM) SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT - 03

51. PROP. PENELITIAN TINDAKAN. KELAS PERANAN HADIAH SEBAGAI PERANGSANG TIMBULNYA KOMPETISI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SD – 01

52. PROP. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAKTIFAN MURID DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DITINJAU DARI PENGGUNAAN MEDIA DAN KONDISI KELAS PADA SEKOLAH DASAR - 01

53. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS PERANAN METODE INKUIRI DAN ALAT PERAGA TIGA DIMENSI DALAM PENINGKATAN PRESTASI PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD - 03

54. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA DI KELAS IV SDN I BABADAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOSTRUKTIVISME - 03

55. PROP. PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK KELAS V SDN SINGAMERTA I MELALUI METODE INKUIRI - 03

56. PROP. PENELITIAN T. KELAS PERANAN PENGGUNAAN METODE CERAMAH DAN TANYA JAWAB TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VI CAWU I SD MUHAMMADIYAH 4 SURAKARTA TH PELAJARAN 2001/2002 - 01

57. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMEPNGARUHI MINAT SISWA KELAS I SMK PIRI I YK DALAM PEMILIHAN PROGRAM KEAHLIAN - 05

58. PERANAN MOTIVASI GURU DALAM PENGGUNAAN ALAT OLAHRAGA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DI SD KEPUNDUNG - 01

Contoh Judul PTK SMP yang bisa jadi Pilihan

Contoh Judul PTK SMP yang bisa jadi Pilihan
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
Judul PTK SMP – Berikut kumpulan Judul PTK SMP yang bisa menjadi refernsi bagi Anda yang sedang menyusun PTK untuk tingkat SMP sebagai persyaratan dalam kenaikan jabatan :
  1. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TYPE STAD DENGAN MEDIA VCD UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP
  2. UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIG SAW SISWA KELAS IX SMP
  3.  UPAYA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII MTS
  4. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING MODEL JIGSAW PADA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK SISWA KELAS VII MTS
  5. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AKIDAH AKHLAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING (BELAJAR TUNTAS) SISWA KELAS VII MTS
  6. MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA KOMPETENSI IMAN KEPADA MALAIKATMALAIKAT ALLAH DENGAN TEKNIK DISKUSI SISWA KELAS VII MTS
  7. PENGGUNAAN METODE SEGMENTASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MATA PELAJARAN SENI BUDAYA SISWA KELAS VII SMP
  8. MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF MELALUI TINDAKAN PELAKSANAAN DAN PEMBIASAAN MENULIS JURNAL DALAM PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII SMP
  9. PENGGUNAAN METODE BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA SISWA KELAS VIII SMP
  10. MENGATASI PERMASALAHAN BELAJAR SISWA KELAS IX SMP MELALUI KONSELING EKLEKTIF DENGAN PERILAKU ATTENDING DI SMP
  11. PENDEKATAN METODE BELAJAR TUNTAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MENGARANG BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMP
  12. PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MELALUI METODE KONTEKSTUAL BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS VIII SMP
  13. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS VII SMP
  14. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI METODE PENGAJARAN BERBASIS TUGAS/ PROYEK PADA SISWA SMP
  15. PENGGUNAAN METODE DISKUSI DAN PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SMP
  16. MENINGKATKAN KETAHANAN PRIBADI SISWA KELAS VIIA SMP DALAM BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
  17. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KOOPERATIF TEKNIK STAD PADA SISWA KELAS VII SMP
  18. IMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI DALAM UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN PELAJARAN PKN SISWA KELAS VII SMP
  19. MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIDANG BIMBINGAN SOSIAL MATERI TATA KRAMA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT SISWA KELAS VIII SEMESTER II MTS DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING.[Ai]

Sabtu, 08 Juli 2017

Contoh PTK Matematika SMP [Lengkap]

Contoh PTK Matematika SMP [Lengkap] 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
Berikut ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs
  1. Pedoman Penyusunan Usulan ( download )
  2. Artikel Tentang PTK ( download )
  3. PTK Oman SMPN 272 :

Download Contoh PTK

Download Contoh  PTK 
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 


Berikut ini Contoh Penelitian Tindakan Kelas Untuk Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs
  1. Pedoman Penyusunan Usulan ( download )
  2. Artikel Tentang PTK ( download )
  3. PTK Oman SMPN 272 :

Contoh PTK Matematik SMP

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 

A. Kesimpulan

 Setelah peneliti cermati selama dalam kegiatan penelitian dari hal proses sampai pada hasil maka peneliti menyimpulkan sebagai berikut:
1.    Dalam menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan kontekstual hendaknya guru juga memperhatikan pentingnya pengelolaan    kelas. Hal ini demi kelancaran proses pembelajaran. Sebab walaupun dalam pembelajaran sudah menggunakan metode pembelajaran yang baik namun jika dalam mengelola kelas kurang baik, maka proses pembelajaran akan terganggu dan hasilnya kurang memuaskan.
2.    Pembelajaran kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dengan menggunakan bangun kubus dan balok, telah memberikan nuansa baru dalam pembelajaran Matematika sehingga pembelajaran lebih efektif. Hal ini terbukti dengan adanya perubahan yang signifikan terhadap ketuntasan belajar siswa. Terlihat pada nilai ulangan siswa yang dilakukan setelah siklus III mencapai nilai rata-rata 7,47 dengan ketuntasan belajar 89,47% dengan demikian pembelajaran kontekstual berhasil.

B. Saran-saran

       Setelah mengetahui hasil dan kesimpulan selama penelitian berlangsung di SMP Negeri 280 Jakarta, peneliti memberikan saran antara lain:
1.   Seorang guru hendaknya trampil dan dapat menguasai berbagai metode                  pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.
2.   Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
3.    Seorang guru harus dapat memilih metode dan kreatif dalam mencoba ide baru agar proses pembelajaran berhasil dengan baik dan tidak membosankan.
4.    Hendaknya guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah materi yang akan dibahas  pada pertemuan berikutnya supaya dalam pembelajaran siswa mempunyai gambaran materi.
 5.   Perlunya kolaborasi dengan guru yang lain di dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui   Penelitian Tindakan Kelas.
6.    Kepala Sekolah hendaknya memfasilitasi kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan  dalam Program Kerja Sekolah.

Laporan Untuk PTK Matematika SMP Kelas 7

Laporan Untuk PTK Matematika SMP Kelas 7

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata. Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik, mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1) meningkatkan kualitas guru SMP/MTs dari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1 penyetaraan, (2) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (3) meningkatkan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru SD, SMP, dan SMA.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi Teorema Pythagoras yang berbunyi: “Kuadrat ukuran hipotenusa dari segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat ukuran sisi siku-sikunya”, merupakan materi yang diberikan pada siswa SMP/MTs kelas VIII. Seorang guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami.

Mengajarkan matematika merupakan suatu kegiatan pembelajaran sedemikian sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan ketrampilan tentang matematika. Kemampuan dan ketrampilan tersebut ditandai dengan adanya interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan (Hudaya, 1988:122). Namun dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya yang berhubungan dengan matematika, ternyata masih banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami siswa maupun guru. Salah satu hambatan yang terjadi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, hal ini disebabkan kurang tepat pendekatan yang dipergunakan serta kurang optimal dalam pengunaan alat peraga yang ada. PTK Guru SMP.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri, didapatkan latar belakang siswa sangat bervariasi dalam motivasi belajarnya. Mereka rata-rata dalam belajar tanpa dibekali keinginan untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Mereka kurang dalam mengkaitkan materi satu dengan yang lain. Sehingga yang terjadi mereka kebingungan dan selanjutnya dalam menyelesiakan soal-soal tidak sesuai dengan prosedur.

Salah satu permasalahan yang terjadi di kelas VIII-3 SMP Negeri 280 Jakarta adalah materi Teorema Pythagoras, bentuk-bentuk kesalahan konsep yang sering terjadi seperti:
1.    Diketahui sebuah segitiga siku-siku di B panjang AB = 3 cm, BC = 4.
       Hitung panjang AC.
       Jawaban yang sering dilakukan oleh siswa:
       AC = AB2 + AC2 = 32 + 42 = 9 + 16 = 25
2.  Sebuah tongkat yang panjangnya 26 cm disandarkan pada tembok. Jika jarak ujung tongkat pada tanah ke tembok adalah 10 cm, tentukan jarak ujung tongkat pada tembok ke tanah.

Jawaban siswa:
Panjang tongkat = r, jarak ujung tongkat atas ke tanah = a, dan jarak ujung tongkat bawah ke tembok = b maka: r = a2 + b2 = 262 + 102 = 656 + 100 = 756.
      Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas peneliti ingin memecahkan permasalahan tersebut  dengan melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul: “Upaya Meningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VIII-3 SMP N”.



B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
1. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ?
2. Kendala apa saja yang ditemui dalam pembelajaran matematika ?
3. Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?
4. Apakah penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras?
5. Bagaimanakah penggunaan sarana dan prasaran yang optimal dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa ?
6. Seberapa besar kontribusi Pendekatan Kontekstual dalam pencapaian hasil belajar siswa?

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan masalah:
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi masalah hanya pada penerapan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian Tindakan Kelas. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras yang dapat dilakukan dengan pendekatan Kotekstual. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor sosial, ekonomi, lingkungan dan faktor eksternal lainnya tidak dibahas  atau diabaikan.
2. Perumusan masalah
   Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan pada pendahuluan, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
“Apakah pendekatan kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dapat meningkatkan hasil belajar matematika?”

D. Tujuan Penelitian

        Mengacu pendapat yang dikemukakan oleh Suhardjono, (2006:61) penelitian tindakan kelas ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum tujuan penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
3. Meningkatkan sikap profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
4. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap positif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.
Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, yaitu :
1. Ingin mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada kelas VIII-3 SMP Negeri  melalui pendekatan kontekstual.
2. Memperbaiki kualitas pembelajaran.
3. Mengetahui salah satu cara engajarkan materi Teorema Pythagoras di SMP.
   

E. Manfaat Penelitian

       Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi siswa:
a. Membiasakan siswa untuk berani mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.
b. Mengubah pola pikir siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, menakutkan, dan membosankan menjadi pelajaran menyenangkan dan mengasyikan serta berguna dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi guru:
a. Untuk memperbaiki metode pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Membiasakan guru untuk berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran.
c. Meningkatkan profesionalsme guru melalui penelitian yang dilakukan.

3. Bagi sekolah:
a. Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Untuk meningkatkan kinerja guru.
c. Untuk menigkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
d. Untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan sekolah.