Sabtu, 17 Juni 2017

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN KELAS 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Penelitian Tindakan Kelas merupakan makalah yang harus dibuat oleh peserta PLPG Sertifikasi Guru. Untuk keperluan itu, admin EPG Studio mencoba menampilkan beberapa contoh PTK yang mungkin rekan-rekan guru memerlukan. Jenis file dari PTK ini ada dalam file PDF dana dalam file MS Word sesuai sumber download yang telah admin lakukan. PTK dibawah ini hanya merupakan contoh sebagai panduan bagi rekan guru dalam membuat PTK dengan permasalahan yang dialami rekan guru dalam proses pembelajaran.
Beberapa contoh PTK yang dapat anda download :
  1. Mata Pelajaran : Matematika
  2. Mata Pelajaran : Fisika
    • Judul : PENGGUNAAN MODUL MATEMATIKA MODEL REMIDIAL DALAM
      PEMBELAJARAN KINEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI
      DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 AMLAPURA.
    • Karya : I NENGAH WIYASA
    • Jenis File : PDF
    • Download disini
  3. Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
    • Judul : UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA UNTUK MENGUNGKAKAN MAKNA DALAM MONOLOG BERBENTUK PROCEDURE MELALUI METODE DEMONSTRASI DI KELAS IX G SMP NEGERI 1 MAJALENGKA
    • Karya : Maman Suherman, S.Pd
    • Jenis File : PDF
    • Download disini
  4. Mata Pelajaran : Geografi (Lingkungan Hidup)
    • Judul : Pendekatan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)
    • Karya : Sri Haryati
    • Jenis File : PDF
    • Download Disini
  5. Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
    • Judul : PEMANFAATAN MEDIA LCD PROYEKTOR DI LABORATORIUM KOMPUTER DALAM MEMBIMBING SISWA KELAS VIII A MENGENAI CARA MEMBUAT TABEL  MENGGUNAKAN PROGRAM PENGOLAH KATA (MICROSOFT WORD) 
    • Karya : Not Name
    • Jenis File : PDF
    • Download disini
  6. Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
    • Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENDENGARKAN CERITA MELALUI KERJASAMA KELOMPOK
    • Karya : Drs Eman Hidayat, MM
    • Jenis File : PDF
    • Downlod Disini
  7. Mata Pelajaran : IPS
    • Judul : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
      MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GI PADA SISWA KELAS ………………….
    • Karya : Not Name
    • Jenis File : PDF
    • Download Disini

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMA

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Matematika SMA
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Pada kesempatan hari ini yang diiringi gerimis hujan, kami akan kembali menyuguhkan kepada Anda berbagai referensi contoh laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kali ini kami ingin menyajikan khusus PTK bidang studi Matematika untuk jenjang SMA.


Seperti yang telah lalu, sumber yang akan berikan untuk Anda masih tetap bersumber pada lib.unnes.ac.id. Namun begitu, daripada Anda mengalami kesulitan untuk mengakses sendiri situs tersebut, alangkah baiknya jika Anda cukup melihat daftar-daftar contoh PTK yang akan kami share di sini. Anda bisa langsung mendownloadnya tanpa harus pusing-pusing lagi karena kami sudah menyederhanakan pencarian Anda dan kami pastikan File-nya utuh.

Okelah, tak usah menghabiskan lebih banyak waktu lagi, sekarang juga akan segera kami rilis berbagai judul penelitian yang sekiranya cocok dan pas untuk Anda. Silahkan disimak!

  • KEEFEKTIFAN DISCOVERY LEARNING DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MATHEMATICS CIRCUIT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIK
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Discovery Learning, Kemampuan Representasi Matematik
Download di sini


  • KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN CORE PENDEKATAN REALISTIK BERBANTUAN EDMODO TERHADAP PENINGKATAN LITERASI MATEMATIKA DAN RASA INGIN TAHU
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Pembelajaran Core Pendekatan Realistik, Edmodo, Literasi Matematika


  • KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMA
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pendekatan Scientific, Kreatif Matematis Siswa SMA
Download di sini
  • PEMBELAJARAN MODEL SSCS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI MATERI BARISAN DAN DERET TAK HINGGA
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Model SSCS, Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis, Kelas XI/ Sebelas/ 11, Siswa SMA
Download di sini
  • KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALKWRITE TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF CONCEPT PESERTA DIDIK
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Model Pembelajaran Think Talk Write, Representasi Matematis, Self Concept
Download di sini
  • KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MEAsDENGAN MENGINTEGRASIKAN NKB TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY PADA SISWA KELAS X
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Pembelajaran MEAs, Kemampuan Representasi Matematis dan Self Efficacy, Kelas 10/ X/ Sepuluh
  • KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE BERNUANSA ETNOMATEMATIKA PADA MATERI SEGIEMPAT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Pembelajaran Learning Cycle, Etnomatematika,Materi Segi Empat, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
  • Keefektifan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X pada Materi Dimensi Tiga Berbantuan CD Pembelajaran
Kata Kunci: Penelitian Tindakan Kelas/PTK , Sekolah Menengah Atas/ SMA, Matematika, Pembelajaran Think Pair Share (TPS), Kelas X/ Sepuluh/ 10, Materi Dimensi Tiga, Berbantuan CD Pembelajaran

Contoh PTK Matematika SMK Terbaru

Contoh PTK Matematika SMK Terbaru
 
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
Contoh PTK Matematika SMK ini kami susun dengan harapan dapat membantu Anda para guru SMK bidang studi Matematika untuk menyusun penelitian tindakan kelas untuk berbagai kepentingan, kenaikan pangkat misalnya.

Tidak mudah memang menyusun sebuah penelitian. Akan lebih tidak mudah lagi jika menyusunnya, waktu kita sebagai guru harus terbagi dengan pekerjaan kita yang lain yang cukup menyita waktu.

Namun demikian, dengan tekad yang bulat, Anda dapat memulai menyusun penelitian tindakan kelas bidang studi Matematika ini dengan terlebih dahulu mencari referensi atau ide untuk dijadikan topik utama PTK Anda nantinya.

Tulisan ini bermaksud menyuguhkan kepada Anda bebera contoh judul PTK Matematika SMK sebagai bahan untuk Anda dalam membuat penelitian tindakan kelas nantinya. Anda dapat mengunduhnya dengan cara melakukan klik pada judul. Berkas download berformat pdf dan terdiri atas berbagai macam ukuran berkas.

Nah, silahkan download contoh PTK Matematika SMK berikut ini untuk dijadikan acuan:


KEEFEKTIFAN PROJECT BASED LEARNING PADA PENCAPAIAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS X SMK MATERI PROGRAM LINEAR

STUDI KOMPARASI HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR JURNAL UMUM MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING) DAN STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA SISWA KELAS X SMK N 1 BREBES

PEMBENTUKAN KARAKTER DAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SUPERITEM BERBANTUAN SCAFFOLDING MATERI TRIGONOMETRI KELAS X SMK


Demikian contoh penelitian tindakan kelas Matematika SMK . Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.

Selasa, 13 Juni 2017

MATEMATIKA SMA KELAS XI

MATEMATIKA SMA KELAS XI 

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan limit fungsi kelas XI SMK Negeri ......... Tahun Pelajaran 2015/2016. Download ptk matematika sma lengkap

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Adapun dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode interview (wawancara), dokumentasi, tes, dan observasi.
Pelaksanaan penelitian dibagi dalam tiga siklus yaitu pra siklus, siklus I dan siklus II. Pada pra siklus, hasil belajar peserta didik diperoleh dari evaluasi sebelum diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem. Pada siklus I dan II terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan ref leksi. Hasil pengamatan dan ref leksi akan dijadikan bahan rujukan untuk pelaksanaan si klus berikutnya. Sehi ngga proses dan hasi l pelaksanaan si klus berikutnya diharapkan akan lebih baik dari siklus sebelumnya. Contoh ptk matematika sma doc Dari tiap siklus akan diukur keaktifan, hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pra siklus diperoleh rata-rata keaktifan, hasil belajar dan ketuntasan belajar pada pra siklus adalah 51%, 66,1 dan 55%. Setelah dilakukan si klus I peserta didik yang tuntas belajar atau yang mendapat nilai >7 sebanyak 16 peserta didik atau 75% dan yang tidak tuntas belajar atau yang mendapat nilai <67 sebanyak 6 peserta didik atau 25%. Nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar 72,65 dan ketuntasan 75%, serta rata-rata keaktifan peserta belajar didik 55,32%. Secara garis besar pelaksanaan pembelajaran siklus I masih perlu diperbaiki agar terjadi peningkatan sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan yakni nilai rata-rata kelas > 67 dengan ketuntasan klasikal 85%.
Pada siklus II peserta didik yang tuntas belajar atau yang mendapat nilai > 67 sebanyak 20 peserta didik atau 90% dan yang tidak tuntas belajar atau yang mendapat nilai <67 sebanyak 2 peserta didik atau 10%. Download Proposal ptk matematika sma Nilai rata-rata kelas yang dicapai sebesar 80,05 dan ketuntasan 90%, serta rata-rata keaktifan belajar peserta didik meningkat menjadi 70,19%. Hasil pada siklus II menunjukkan peningkatan dari siklus sebelumnya dengan indikator keberhasilan sudah terpenuhi.
Dari hasil tersebut disimpulkan dengan penerapan model Pembelajaran kooperatif tipe Trade a Problem dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik SMK Negeri .........  kelas XI tahun pelajaran 2015/2016 pada materi pokok limit fungsi.
Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas MATEMATIKA SMA yang diberi judul 
UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI POKOK LIMIT FUNGSI DI KELAS 
XI SMK NEGERI 1 .............. MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TRADE A PROBLEM TAHUN 2015/2016
". Disini akan di bahas lengkap.

PTK Matematika SMP Kelas 7

PTK Matematika SMP Kelas 7

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

 

A. Latar Belakang Masalah

Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata. Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik, mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum, perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara lembaga pendidikan dengan lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982, 1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya antara lain, (1) meningkatkan kualitas guru SMP/MTs dari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1 penyetaraan, (2) mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (3) meningkatkan perbaikan proses belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru SD, SMP, dan SMA.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi Teorema Pythagoras yang berbunyi: “Kuadrat ukuran hipotenusa dari segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat ukuran sisi siku-sikunya”, merupakan materi yang diberikan pada siswa SMP/MTs kelas VIII. Seorang guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami.

Mengajarkan matematika merupakan suatu kegiatan pembelajaran sedemikian sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan ketrampilan tentang matematika. Kemampuan dan ketrampilan tersebut ditandai dengan adanya interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan (Hudaya, 1988:122). Namun dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran khususnya yang berhubungan dengan matematika, ternyata masih banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami siswa maupun guru. Salah satu hambatan yang terjadi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, hal ini disebabkan kurang tepat pendekatan yang dipergunakan serta kurang optimal dalam pengunaan alat peraga yang ada. PTK Guru SMP.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri, didapatkan latar belakang siswa sangat bervariasi dalam motivasi belajarnya. Mereka rata-rata dalam belajar tanpa dibekali keinginan untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan oleh guru. Mereka kurang dalam mengkaitkan materi satu dengan yang lain. Sehingga yang terjadi mereka kebingungan dan selanjutnya dalam menyelesiakan soal-soal tidak sesuai dengan prosedur.

Salah satu permasalahan yang terjadi di kelas VIII-3 SMP Negeri 280 Jakarta adalah materi Teorema Pythagoras, bentuk-bentuk kesalahan konsep yang sering terjadi seperti:
1.    Diketahui sebuah segitiga siku-siku di B panjang AB = 3 cm, BC = 4.
       Hitung panjang AC.
       Jawaban yang sering dilakukan oleh siswa:
       AC = AB2 + AC2 = 32 + 42 = 9 + 16 = 25
2.  Sebuah tongkat yang panjangnya 26 cm disandarkan pada tembok. Jika jarak ujung tongkat pada tanah ke tembok adalah 10 cm, tentukan jarak ujung tongkat pada tembok ke tanah.

Jawaban siswa:
Panjang tongkat = r, jarak ujung tongkat atas ke tanah = a, dan jarak ujung tongkat bawah ke tembok = b maka: r = a2 + b2 = 262 + 102 = 656 + 100 = 756.
      Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas peneliti ingin memecahkan permasalahan tersebut  dengan melakukan penelitian tindakan kelas yang berjudul: “Upaya Meningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VIII-3 SMP N”.



B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
1. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ?
2. Kendala apa saja yang ditemui dalam pembelajaran matematika ?
3. Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?
4. Apakah penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras?
5. Bagaimanakah penggunaan sarana dan prasaran yang optimal dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa ?
6. Seberapa besar kontribusi Pendekatan Kontekstual dalam pencapaian hasil belajar siswa?

C. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan masalah:
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi masalah hanya pada penerapan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian Tindakan Kelas. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras yang dapat dilakukan dengan pendekatan Kotekstual. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor sosial, ekonomi, lingkungan dan faktor eksternal lainnya tidak dibahas  atau diabaikan.
2. Perumusan masalah
   Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah diuraikan pada pendahuluan, maka masalah penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
“Apakah pendekatan kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dapat meningkatkan hasil belajar matematika?”

D. Tujuan Penelitian

        Mengacu pendapat yang dikemukakan oleh Suhardjono, (2006:61) penelitian tindakan kelas ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum tujuan penelitian ini adalah:
1. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
3. Meningkatkan sikap profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
4. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap positif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.
Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, yaitu :
1. Ingin mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika pada kelas VIII-3 SMP Negeri  melalui pendekatan kontekstual.
2. Memperbaiki kualitas pembelajaran.
3. Mengetahui salah satu cara engajarkan materi Teorema Pythagoras di SMP.
   

E. Manfaat Penelitian

       Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1. Bagi siswa:
a. Membiasakan siswa untuk berani mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.
b. Mengubah pola pikir siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, menakutkan, dan membosankan menjadi pelajaran menyenangkan dan mengasyikan serta berguna dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bagi guru:
a. Untuk memperbaiki metode pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Membiasakan guru untuk berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran.
c. Meningkatkan profesionalsme guru melalui penelitian yang dilakukan.

3. Bagi sekolah:
a. Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
b. Untuk meningkatkan kinerja guru.
c. Untuk menigkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
d. Untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan sekolah.

PTK Matematika Kelas 3 SD

PTK Matematika Kelas 3 SD

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 

A.   Latar Belakang

Hasil dan aktivitas belajar matematika pada peserta didik kelas III rendah. Hal ini terbukti dari hasil belajar siswa anak kelas III SDN 01 Songgowedi hanya 5 dari 12 siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 (42 %), sedangkan sisanya sejumlah 7 siswa rata-rata tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran di bawah 65 (58 %).  Dalam aktivitas belajar siswa di kelas juga kurang begitu memuaskan, diberitahukan oleh guru sebelumnya bahwa siswa belum aktif dalam mengikuti pembelajaran. Para siswa masih senang bermain sendiri atau dengan temannya daripada memperhatikan pelajaran. Kondisi seperti ini tentunya cukup memprihatinkan sehingga perlu segera dicari solusinya agar hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran dapat meningkat.
Rendahnya hasil dan aktivitas belajar matematika pada materi pecahan sederhana pada peserta didik kelas III disebabkan oleh dominasi guru masih tinggi, peran guru dalam proses belajar mengajar sebagai penyebar ilmu kurang berperan sebagai fasilitator, guru masih banyak bergantung pada buku, guru masih dominan menggunakan ceramah dan mencatat, guru masih melaksanakan proses pembelajaransecara konvensional sehingga peserta didik cenderung pasif dan kurang bergairah dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut sangat mungkin disebabkan karena guru kurang variatif dalam penggunaan metode pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut, maka perlu adanya suatu tindakan untuk mengatasi masalah yang ada berupa penerapan pembelajaran bermakna yang lebih mengutamakan keaktifan siswa dan memberi kesempatan siswa untuk mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga akan menarik minat dan perhatian siswa dalam pembelajaran matematika yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajarnya. Harapan yang dituju adalah meningkatnya hasil belajar dan aktivitas pembelajaran matematika materi pecahan sederhana bagi peserta didik. Target yang harus dicapai peserta didik kelas III dalam mata pelajaran Matematika, sesuai dengan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SBKM) yang telah ditetapkan adalah perolehan nilai ≥ 65. Target tersebut belum tercapai sebab dari 12 peserta didik, 7 anak  belum memenuhi nilai yang ditetapkan sebagai indikator keberhasilannya, sehingga perlu untuk ditingkatkan.
Kurang berhasilnya pembelajaran matematika materi pecahan pada siswa kelas III dikarenakan guru masih menggunakan metode pembelajaran yang belum mengikutsertakan siswa aktif dalam pembelajaran tersebut. Kondisi tersebut harus segera diperbaiki untuk memperbaiki hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana dengan menggunakan metode demonstrasi. Hal ini sangat penting dilakukan karena dengan menggunakan metode demonstrasi siswa dapat aktif dalam mengikuti pembelajaran, sehingga meningkatkan hasil belajar dan aktivitas pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
Pada kenyataannya peserta didik masih menganggap pelajaran matematika sebagai pelajaran yang ditakuti sebagian banyak siswa. Pelajaran matematika masih dianggap sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami, sehingga penguasaan materi pembelajaran kurang maksimal yang berakibat hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika rendah. Oleh karena itu guru harus memprioritaskan membuat pembelajaran matematika yang menyenangkan serta melibatkan peran aktif siswa. Sementara itu, guru masih menyampaikan pembelajaran secara tidak maksimal dengan menggunakan cara yang konvensional tanpa melibatkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran. Guru terkesan hanya member pembelajaran secara monoton dan kurang peduli akan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
Penulis mencoba melakukan perbaikan pada pembelajaran matematika materi pecahan sederhana agar lebih menarik dan dapat mengikutsertakan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Perbaikan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi pada materi pecahan sederhana. Pelaksanaan tindakan dilakukan 2 siklus, siklus 1 dilakukan secara klasikal sedangkan siklus 2 pembelajaran dilakukan secara kelompok. Tujuan pelaksanaan tindakan adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
B.       Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, peneliti bersama teman sejawat mengidentifikasi masalah terhadap kekurangan dari pembelajaran matematika materi pecahan sederhana, sebagai berikut:
1.      Mengapa hasil belajar siswa rendah?
2.      Mengapa aktivitas siswa dalam pembelajaran rendah?
3.      Faktor apa yang menyebabkan rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran?
4.      Bagaimana agar hasil belajar dan aktivitas siswa pada pembelajaran matematika materi pecahan sederhana meningkat?
C.      Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini data terarah dan tidak menimbulkan berbagai penafsiran, maka penulis membatasi masalah yang berhubungan dengan permasalahan saja yakni sebagai berikut:
1.    Upaya meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana pada peserta didik kelas III SDN 01 Songgowedi Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.
2.    Penggunaan metode demonstrasi oleh guru pada pembelajaran matematika materi pecahan sederhana pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015.
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebut mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil belajar dapat dilihat melalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hasil belajar yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar kognitif matematika materi pecahan sederhana.
Aktivitas belajar adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran, perhatian dalam kegiatan belajar guna menunjang keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
D.      Rumusan Masalah
  Dalam identifikasi masalah telah dipaparkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana. Penggunaan metode demonstrasi diarahkan oleh peneliti dalam rangka meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana pada peserta didik kelas III SDN 01 Songgowedi Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan.
        Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan pembatasan masalah tersebut di atas diajukan rumusan masalah sebagai berikut : ”Apakah  melalui penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana pada peserta didik kelas III SDN 01 Songgowedi Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015?”
E.   Tujuan Penelitian
1.                  Tujuan Umum
Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa terutama dalam pembelajaran matematika.
2.                  Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini:
a.         Untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan metode demonstrasi.
b.        Untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui penggunaan metode demonstrasi.
c.         Untuk meningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa melalui penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana pada peserta didik kelas III SDN 01 Songgowedi semester genap tahun pelajaran 2014/2015.
F.    Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoritis
a.    Manfaat penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh teori baru peningkatan hasil belajar dan aktivitas dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana melalui penggunaan metode demonstrasi bagi peserta didik kelas III SDN 01 Songgowedi.
b.    Sebagai dasar penelitian selanjutnya
2.    Manfaat Praktis
a.    Manfaat bagi peserta didik
1.      Meningkatkan hasil belajar matematika
2.      Meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika
3.      Meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika
b.    Manfaat bagi peneliti
1.    Memperoleh bukti bahwa, melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
2.    Memperoleh bukti bahwa, melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
3.    Melalui metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika materi pecahan sederhana.
c.    Manfaat bagi teman sejawat
1.    Sebagai masukan dalam melaksanakan penelitian di kelasnya.

2.    Sebagai bahan masukan untuk guru untuk dipertimbangkan dalam pemilihan metode dalam proses belajar mengajar.

PTK Matematika SD Kelas 1

PTK Matematika SD Kelas 1  

Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
 
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
PTK Matematika SD



1.1.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menyiapkan diri dalam perananya dimasa akan datang. Pendidikan dilakukan tanpa ada batasan usia, ruang dan waktu yang tidak dimulai atau diakhiri di sekolah, tetapi diawali dalam keluarga dilanjutkan dalam lingkungan sekolah dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat, yang hasilnya digunakan untuk membangun kehidupan pribadi agama, masyarakat, keluarga dan negara. Merupakan suatu kenyataan bahwa pemerintah dalam hal ini diwakili lembaga yang bertanggung jawab didalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, akan tetapi pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat yang sering disebut dengan Tri Pusat Pendidikan.

 Salah satu keprihatinan yang dilontarkan banyak kalangan adalah mengenai rendahnya mutu pendidikan atau Out Put yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal. Dalam hal ini yang menjadi kambing hitam adalah guru dan lembaga pendidikan tersebut, orang tua tidak memandang aspek keluarga dan kondisi lingkungannya. Pada hal lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar sangat menentukan terhadap keberhasilan pendidikan.

 Memasuki Tri bulan pertama tahun 2006-2007, ketika diadakan Ulangan Tengah Semester mulai tampak timbul suatu masalah. Sewaktu ulangan jatuh pada mata pelajaran Matematika begitu naskah dibagikan, sebagian siswa berteriak-teriak memanggil-manggil ibunya, ada yang garuk-garuk kepala, juga tidak sedikit yang menangis karena merasa tidak bisa mengerjakan. Akhirnya nilai yang diperoleh oleh sisa kelas I dalam pelajaran matematika khususnya dalam mengoperasionalkan penjumlahan  dan pengurangan. Nilai dari 37 siswa sebagai berikut: (1) 80-100 Amat baik ada 10 siswa =27 %. (2) 55-79 Cukup ada 7 siswa =10 %. (3) 0-54 Kurang ada 20 siswa =55 %. Dengan kondisi nilai tersebut diatas guru sebagai peneliti merasa pembelajaran matematika dikelas I krang berhasil.

Selama ini peneliti sudah menggunakan berbagai macam metode untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Agaknya memang strategi/pendekatan-pendekatan saja belum cukup untuk menghasilkan perubahan. Meier (2002 : 54) mengatakan bahwa belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi. Pengetahuan bukanlah suatu yang diserap oleh pembelajaran, melainkan sesuatu yang diciptakan oleh pembelajar. PTK Matematika SD

Pembelajaran terjadi ketika seseorang pembelajar  memadukan pengetahuan dan keterampilan baru kedalam struktur dirinya sendiri yang telah ada. Belajar berharfiah adalah menciptakan makna baru, sejauh ini pendidikan kita didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi belajar baru yang memberdayakan siswa sebuah strategi belajar tidak mengharuskan siswa menghafalkan fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.

Dalam upaya itu siswa perlu guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam kelas tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dengan alat bantu yang dikenal siswa disekitarnya, dari pada memberi informasi.memang pendidikan siswa kelas I Sekolah Dasar masih identik dengan dunia bermain, karena siswa kelas I belum dapat melepas keterkaitannya dengan pendidikan Taman Kanak-Kanak sebelumnya, karena itu benda-benda disekitar sekolah sangat membantu proses pembelajaran siswa.

Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas peneliti ingin meningkatkan kemampuan siswa kelas I Sekolah Dasar dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika dengan bantuan benda-benda kongkrit.
1.2.    PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH PTK Matematika SD
  • 1.2.1.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka perumusan masalahnya sebagai berikut: Bagaimana penggunaan benda-benda kongkrit mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas I SDN Jimbaran Kulon dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika.
  • 1.2.2.   Pemecahan Masalah
Dengan bantuan benda-benda kongkrit disekitar sekolah siswa kelas I SD Jimbaran Kulon mampu mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika.
1.3.     TUJUAN PENELITIAN  PTK Matematika SD
Berpijak dari permasalahan yang diteliti maka tujuan  penelitian ini  adalah:
  • 1.3.1    Meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan benda-benda kongkrit.
1.4. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Dari hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
1.4.1. Siswa :
  • Mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran matematika.
  • Mempermudah siswa mencari alat bantu pembelajaran dengan benda-benda kongkrit di sekitar Sekolah.
1.4.2. Guru Sebagai peneliti :
  • Meningkatkan profesionalisme dalam bidang pendidikan.
  • Menambah nilai angka kredit bagi golongan IV.a ke IV.b.
1.4.3. Lembaga
  • Memberi sumbangan yang berharga bagi lembaga bahwa benda-benda disekitar kita dapat dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran.
  • Meringankan beban lembaga karena benda-benda di sekitar kita mudah dicari dan tidak memerlukan beaya yang mahal untuk membelinya.
1.4.4. Orang tua siswa 
  • Meringankan biaya orang tua siswa karena benda-benda di sekitar sekolah tidak harus membeli.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
PTK Matematika SD

2.1.Pengertian Kemampuan

Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, peserta didik, Guru sebagai pendidik dituntut untuk memiliki kemampan yang baik karena antar siswa sebagai peserta didik dan guru sebagai pendidik merupakan suatu interaksi.

Menurut Purwodarminto. (1988:553) Kemampuan berasal dari kata “Mampu” artinya Kuasa (bisa, sanggup) melakukan Sesuatu. Dari definisi diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa, kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan untuk melakukan sesuatu kegiatan.

Dalam pengembangan pembelajaran guru harus memiliki kemampuan untuk memilih strategi, metode, alat pembelajaran dan teknik-teknik pembelajaran yang, efektif, efisien sesuai dengan karakteristik siswa. Apalagi saat ini sekolah-sekolah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang mana dalam kurikulum ini antara guru dan siswa dituntut aktif, kreatif, dan inovatif  dalam mencapai tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Mulyasa, (2002:183) yang mengatakan, proses pembelajaran merupakan interaksi edukatif antara peserta didik dengan lingkungan sekolah. Dalam hal ini sekolah di beri kebebasan untuk memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, karakteristik guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah.

Dari pendapat diatas alat bantu pembelajaran tidak harus membeli dengan harga-harga yang mahal dan moderen, tetapi dapat menggunakan benda-benda kongkrit disekitar sekolah untuk sarana pembelajaran. Pendapat lain juga mengatakan, dalam pembelajaran pelajaran Matematika kelas I Sekolah dasar konsep dasar yang digunakan adalah benda-benda kongkrit disekitar sekolah. (Wardhani, 2004:3). Dengan benda-benda kongkrit disekitar sekolah di gunakan sebagai alat pembelajaran akan tercipta suasana pendidikan yang PAKEM (Pembelajaran Aktif  Kreatif efektif dan Menyenangkan)
2.2. Pengertian Mengoperasionalkan

Mengoperasionalkan berasal dari kata “operasi” yang artinya pelaksanaan rencana yang telah dikembangkan, maka apabila mengoperasionalkan berarti melaksanakan suatu kegiatan yang telah direncanakan (Purwodarminto, 1988:627).

Apabila dikaitkan dengan penjumlahan dan pengurangan maka mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan maka melaksanakan suatu kegiatan menjumlah dan mengurang suatu bilangan. Mengoperasionalkan suatu kegiatan tidaklah mudah, guru sebagai pendidik harus mampu memilih strategi dan metode yang tepat untuk melaksanakannya. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Hamalik (2002:11): metode merupakan komponen yang mengandung unsur sub stantif atau program kurikulum, metode penyajian bahan dan media pendidikan. Tiap jenjang pendidikan guru memiliki programnya sendiri, sesuai dengan tujuan institusionalnya yang membutuhkan metode penyampaian dan metode tepat guna, demi tercapainya mutu lulusan yang baik.
2.3. Pengertian Kongkrit

Kongkret adalah nyata, benar-benar ada ( berwujud, dapat dilihat, diraba dsb). (Purwodarminto,1988:455)
 Kata kongkret biasanya sering dihubungkan dengan benda-benda, baik benda-benda di rumah, di jalan atau dilingkungan sekitar. Benda adalah segala yang ada di alam yang berwujud atau barjasad (bukan roh) misal bola, kelereng, kayu, kerikil dsb.

Sehingga apabila digabungkan benda-benda kongkret adalah segala yang ada di alam yang berwujud, berjasad dan benar-benar ada.                  
BAB  III
METODE PENELITIAN 
PTK Matematika SD
3.1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif yaitu menggambarkan masalah sebenarnya yang ada di lapangan, kemudian direfleksikan dan dianalisis berdasarkan teori menunjang dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan di lapangan. Pendekataan Kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menelusuri dan mendapatkan gambaran secara jelas tentang situasi kelas dan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian  Tindakan Kelas dilaksanakan secara bersiklus. Pembelajaran dilakukan di kelas I SDN Jimbaran Kulon  Kecamatan Wonoayu  Kabupaten Sidoarjo.

Jenis penelitian yang digunakan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena ingin menerapkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas I dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan alat bantu benda-benda kongkrit di sekitar sekolah.
3.2.Kehadiran Peneliti  

Peneliti dibantu 2 Orang pengamat senantiasa hadir dan kehadirannya mutlak diperlukan karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Kedudukan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul, penganalisa, penafsir data dan akhirnya sebagai pelaporan hasil penelitian.

Ketika pelaksanaan penelitian , kehadiran peneliti di lapangan berperan sebagai peneliti sekaligus pelaksana pembelajaran, pengobservasi dalam rangka pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan  dalam 2  siklus  untuk siklus I dua pertemuan dan siklus II tiga pertemuan. Pada setiap  akhir tindakan, peneliti bersama pengamat melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tindakan.

Dalam penelitian ini , peneliti bertindak sebagai Guru Matematika kelas I, jadi disamping bekerja  mengumpulkan dan menganalisis data di lapangan, peneliti  berperan langsung dalam proses pembelajaran dari perencanaan, pelaksanaan pengajaran sampai dengan penilaian.
3.3. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian tindakan kelas ini adalah SDN.Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. SDN Jimbaran Kulon memiliki 8 kelas masing-masing kelas rata-rata terdiri dari 40 siswa, hanya kelas I yang berjumlah 37 siswa .Alasan dipilihnya SDN.Jimbaran Kulon adalah: (1) SDN.Jimbaran Kulon merupakan tempat peneliti berdinas. (2) Peneliti sebagai Guru  Mata pelajaran Matemetika  I (3) Di sekitar sekolah banyak tersedia benda-benda kongkrit yang digunakan sebagai alat pembelajaran. (4) Jumlah siswa kelas I jumlahnya paling sedikit, sehingga harapan peneliti dapat memberikan perhatian yang maksimal pada waktu kegiatan pembelajaran, sehingga pembelajaran berlangsung secara efektif. (5) SDN. Jimbaran Kulon adalah sekolah desa yang berdekatan dengan komplek Perumahan Taman Anggun Sejahtera ( TAS III ) sehingga memiliki latar belakang  kondisi siswa, pendidikan Orang Tua  siswa, kondisi sosial ekonomi yang sangat heterogen. (6) Kemampuan akademik  siswa kelas I yang beragam ada yang pandai dan cepat tanggap dalam menyelesaikan soal, ada yang sedang dan bahkan ada yang lambat sekali.
3.4. Sumber Data PTK Matematika SD

Sumber data dalam penelitian ini, barasal siswa kelas I SDN.Jimbaran Kulon Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo tahun  Ajaran 2006 – 2007 yang berjumlah 37 siswa terdiri dari  16 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan.

Jenis data yang dihimpun adalah data yang kualitatif, berupa hasil Observasi, diskusi  dan penilaian. Observasi dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran Matematika tentang operasional penjumlahan dan pengurangan bilangan. Dari hasil Observasi ini peneliti banyak menemukan masalah–masalah pada siswa kelas I diantaranya siswa sebagian besar belum bisa mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan bilangan. Akhirnya peneliti mencoba untuk mengatasi masalah yang dialami siswa kelas I dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan alat bantu benda-benda konkrit di sekitar sekolah. Benda – benda kongkrit di sekitar sekolah yang peneliti gunakan adalah biji kacang , kerikil , buah nyamplung. Sedangkan penilaian dilakukan setiap pada setiap akhir pertemuan dalam pembelajaran yang berfungsi untuk menguji sejauh mana keberhasilan pembelajaran Matematika dengan menggunakan alat bantu benda-benda kongkrit di sekitar sekolah