PTK Matematika SMP Kelas 7
Pusing Menyusun Administrasi Pembelajaran?
disini Solusinya 081222940294 (SMS / WA)
A. Latar Belakang Masalah
Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan semakin kelihatan nyata.
Dengan kesadaran ini, pemerintah dan masyarakat, terutama pendidik,
mencurahkan sebagian besar tenaga, dana dan pikirannya untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Misalnya melakukan perubahan kurikulum,
perubahan teknik pengajaran dan penyelenggaraan kerja sama antara
lembaga pendidikan dengan lembaga lain (Kadir dan Ma’sum, 1982,
1991-1992). Untuk meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah telah
melakukan berbagai upaya antara lain, (1) meningkatkan kualitas guru
SMP/MTs dari lulusan D1 dan D2 menjadi lulusan S1 penyetaraan, (2)
mendirikan sekolah-sekolah baru, dan (3) meningkatkan perbaikan proses
belajar mengajar dan hasil belajar melalui pelatihan-pelatihan guru SD,
SMP, dan SMA.
Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), materi Teorema
Pythagoras yang berbunyi: “Kuadrat ukuran hipotenusa dari segitiga
siku-siku sama dengan jumlah kuadrat ukuran sisi siku-sikunya”,
merupakan materi yang diberikan pada siswa SMP/MTs kelas VIII. Seorang
guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan
kemampuan siswanya sehingga mudah dipahami.
Mengajarkan matematika merupakan suatu kegiatan pembelajaran sedemikian
sehingga siswa belajar untuk mendapatkan kemampuan dan ketrampilan
tentang matematika. Kemampuan dan ketrampilan tersebut ditandai dengan
adanya interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswa dengan
siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan
(Hudaya, 1988:122). Namun dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
khususnya yang berhubungan dengan matematika, ternyata masih banyak
mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami siswa maupun guru. Salah
satu hambatan yang terjadi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsep
matematika, hal ini disebabkan kurang tepat pendekatan yang
dipergunakan serta kurang optimal dalam pengunaan alat peraga yang ada.
PTK Guru SMP.
Seperti yang terjadi di SMP Negeri, didapatkan latar belakang siswa
sangat bervariasi dalam motivasi belajarnya. Mereka rata-rata dalam
belajar tanpa dibekali keinginan untuk memahami konsep-konsep yang
diajarkan oleh guru. Mereka kurang dalam mengkaitkan materi satu dengan
yang lain. Sehingga yang terjadi mereka kebingungan dan selanjutnya
dalam menyelesiakan soal-soal tidak sesuai dengan prosedur.
Salah satu permasalahan yang terjadi di kelas VIII-3 SMP Negeri 280
Jakarta adalah materi Teorema Pythagoras, bentuk-bentuk kesalahan konsep
yang sering terjadi seperti:
1. Diketahui sebuah segitiga siku-siku di B panjang AB = 3 cm, BC = 4.
Hitung panjang AC.
Jawaban yang sering dilakukan oleh siswa:
AC = AB2 + AC2 = 32 + 42 = 9 + 16 = 25
2. Sebuah tongkat yang panjangnya 26 cm disandarkan pada tembok. Jika
jarak ujung tongkat pada tanah ke tembok adalah 10 cm, tentukan jarak
ujung tongkat pada tembok ke tanah.
Jawaban siswa:
Panjang tongkat = r, jarak ujung tongkat atas ke tanah = a, dan jarak
ujung tongkat bawah ke tembok = b maka: r = a2 + b2 = 262 + 102 = 656 +
100 = 756.
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut di atas peneliti
ingin memecahkan permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian
tindakan kelas yang berjudul: “Upaya Meningkatan Hasil Belajar
Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas VIII-3 SMP
N”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.
Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa ?
2.
Kendala apa saja yang ditemui dalam pembelajaran matematika ?
3.
Apakah penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswa ?
4.
Apakah
penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil
belajar matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras?
5.
Bagaimanakah penggunaan sarana dan prasaran yang optimal dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa ?
6.
Seberapa besar kontribusi Pendekatan Kontekstual dalam pencapaian hasil belajar siswa?
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah
1.
Pembatasan masalah:
Berdasarkan
identifikasi masalah di atas, maka penulis membatasi masalah hanya pada
penerapan pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan hasil
belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Penelitian Tindakan Kelas.
Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar
matematika siswa pada materi Teorema Pythagoras yang dapat dilakukan
dengan pendekatan Kotekstual. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil
belajar seperti faktor sosial, ekonomi, lingkungan dan faktor eksternal
lainnya tidak dibahas atau diabaikan.
2.
Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang telah
diuraikan pada pendahuluan, maka masalah penelitian ini dirumuskan
sebagai berikut:
“Apakah pendekatan kontekstual pada materi Teorema Pythagoras dapat meningkatkan hasil belajar matematika?”
D. Tujuan Penelitian
Mengacu pendapat yang dikemukakan oleh Suhardjono, (2006:61)
penelitian tindakan kelas ini mempunyai dua tujuan yaitu tujuan umum dan
tujuan khusus. Secara umum tujuan penelitian ini adalah:
1.
Meningkatkan mutu isi, masukan, proses serta hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
2.
Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya dalam mengatasi pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
3.
Meningkatkan sikap profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.
4.
Menumbuhkembangkan
budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap positif
di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara
berkelanjutan.
Sedangkan secara khusus tujuan penelitian ini mengacu pada rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, yaitu :
1.
Ingin
mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran
matematika pada kelas VIII-3 SMP Negeri melalui pendekatan
kontekstual.
2.
Memperbaiki kualitas pembelajaran.
3.
Mengetahui salah satu cara engajarkan materi Teorema Pythagoras di SMP.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat :
1.
Bagi siswa:
a.
Membiasakan siswa untuk berani mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain.
b.
Mengubah
pola pikir siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit,
menakutkan, dan membosankan menjadi pelajaran menyenangkan dan
mengasyikan serta berguna dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Bagi guru:
a.
Untuk memperbaiki metode pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa.
b.
Membiasakan guru untuk berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran.
c.
Meningkatkan profesionalsme guru melalui penelitian yang dilakukan.
3.
Bagi sekolah:
a.
Sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
b.
Untuk meningkatkan kinerja guru.
c.
Untuk menigkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
d.
Untuk meningkatkan kualitas mutu lulusan sekolah.