. Latar Belakang Masalah
Sampai saat ini pelajaran matematika masih dianggap sebagai pelajaran
yang amat sulit untuk dipelajari, sehingga hasil yang diperoleh siswa
masih sangat jauh dari yang diharapkan. Sebagai gambaran dari hasil
ulangan harian materi sebelumnya siswa yang memperolah nilai ≥ 67,55,
sesuai dengan Standar Ketuntasan Belajar Minimal sebesar 24 % ( 9 siswa
dari 40 siswa). Sementara itu matematika merupakan salah satu mata
pelajaran yang diujikan secara nasional, maka seluruh kompetensi yang
ada harus dikuasai siswa, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa
mencapai Standar Ketuntasan Lulusan (SKL) yang telah ditetapkan. Oleh
sebab itu harus diupayakan meminimalkan kesulitan-kesulitan belajar
matematika yang dihadapi siswa.
Penyebab kesulitan belajar yang dihadapi siswa sangatlah komplek, yang
datang dari siswa sendiri misalkan kurangnya pengetahuan prasyarat yang
dimiliki siswa, masalah sosial dan lain-lain. Adapun kesulitan belajar
siswa disebabkan oleh guru misalnya, guru dalam proses pembelajaran
tidak mengikutsertakan siswa dalam pembelajaran secara aktif, siswa
hanya disuruh menghafal rumus-rumus, menerima konsep-konsep yang ada
tidak melakukan sendiri. Sehingga hasilnya kurang bermakna dan tidak
terekam dengan baik pada otak siswa.
Peneliti mengambil materi persamaan garis lurus, karena kebanyakan siswa
selama peneliti menyampaikan materi ini banyak mengalami kesulitan,
dengan hasil yang kurang membanggakan. Padahal banyak soal-soal yang
berhubungan dengan materi telah dibahas, setelah konsep-konsep yang
berhubungan dengan materi penulis berikan.
Untuk mengantisipasi permasalahan di atas, perlu diupayakan suatu
pembelajaran yang meminimalkan kesulitan belajar siswa. Kesulitan
belajar siswa dapat diupayakan dengan cara menciptakan suasana belajar
yang menyenangkan sehingga belajarnya bermakna. Bila belajarnya bermakna
diharapkan kesulitan belajar siswa berkurang dan pada akhirnya ada
peningkatan hasil belajarnya.
Adapun usaha yang akan dilakukan untuk mengupayakan belajar bermakna
pada mata pelajaran matematika dengan Pembelajaran Konstruktivis.
Pembelajaran Konstruktivis memungkinkan siswa untuk membangun
pengetahuaannya sendiri yang diperoleh dari pengalaman yang dialaminya
dan dapat pula menghubungkan dengan pengalaman yang lalu (Pengetahuan
Prasyarat) yang dimilikinya.
B. Rumusan Masalah
PTK Matematika SMP
Masalah yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimanakah penggunaan
Pendekatan Konstruktivis dapat meminimalkan kesulitan belajar materi
persamaan garis lurus pada siswa kelas VIII – E SMP Negeri 4 Sidoarjo.
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan agar siswa kelas VIII – E SMP
Negeri 4 Sidoarjo dapat meningkatkan hasil belajar matematikanya, yang
ditunjukkan pada indikator :
1. Umum :
Meningkatkan mutu pembelajaran matematika di SMP Negeri 4 Sidoarjo yang
ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah siswa yang memperoleh hasil
belajar matematika yang optimal.
2. Khusus :
- Meningkatnya respon siswa dalam aktivitas dan kreativitasnya dalam pembelajaran.
- Sekurang-kurangnya 65 % perolehan hasil belajar matematika individu
siswa kelas VIII – E SMP Negeri 4 Sidoarjo di atas SKBM yang telah
ditentukan.
D. Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi :
- Siwa : mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
- Guru : menambah wawasan dan informasi untuk memilih bentuk-bentuk
pendekatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sesuai
dengan materi yang akan diajarkan, agar dalam pembelajaran mendapatkan
hasil yang maksimal.
E. Difinisi Operasional
Adapun difinisi operasional yang dipergunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :
- Kesulitan belajar artinya hambatan belajar yang dialami oleh siswa
dalam memahami materi yang dipelajari dalam proses pembelajaran.
- Pendekatan konstruktivis artinya suatu cara yang dipergunakan dalam
proses pembelajaran dengan membangun sendiri pengetahuan yang akan
diperoleh siswa melalui pengalaman belajar yang dialaminya.
- Persamaan garis lurus adalah suatu persamaan dalam matematika yang
variabelnya mempunyai pangkat 1 dan grafiknya berupa garis lurus.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
PTK Matematika SMP
A. Pembelajaran Matematika
1. Pengertian
Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Matematika berasal dari bahasa
latin MANTHANEIN atau MATHEMA yang berarti belajar atau hal yang
dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut WISKUNDE atau ilmu
pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika
adalah penalaran deduktif yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan
diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan
konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten.
2. Tujuan
Tujuan pembelajaran matematika menurut DepPenNas 2003 adalah:
- Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,
misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen,
menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsisten dan inkonsistensi.
- Mengembagkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi,
dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa
ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan serta mencoba-coba.
- Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
- Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau
mengkomunikasikan gagasan antara lain pembicaraan lisan, catatan,
grafik, peta, diagram, dalam menjelaskan gagasan (DepPenNas, 2003).
3. Ruang Lingkup
Departemen Pendidikan Nasional, 2003, Standar kompetensi matematika
merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibakukan dan harus
ditunjukkan oleh siswa pada hasil belajarnya dalam mata pelajaran
matematika.
B. Elemen belajar Konstruktivis
Pembelajaran matematika akan bermakna bagi siswa apabila mereka aktif
dalam proses pembelajaranan membangun (mengkonstruksi) sendiri materi
pembelajaran yang mereka perlukan. Menurut Zakorik (dalam CTL, 2003: 7)
ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran
konstruktivis.
- Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (ACTIVATING KNOWLEDGE)
- Memperoleh pengetahuan baru (ACQUIRING KNOWLEDGE) dengan cara
mempelajari secara keseluruhan data, kemudian memperhatikan detailnya.
- Pemahaman pengetahuan (UNDERSTANDING KNOWLEDGE) yaitu dengan cara
menyusun (a) konsep sementara (hipotesis), (b) melakukan SHARING kepada
orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan
itu, (c) konsep tersebut direvisi dan dikembangkan.
- Mempraktikkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (APPLYING KNOWLEDGE).
- Melakukan refleksi (REFLECTING KNOWLEDGE) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut.
C. Pengaruh Konstruktivis dalam Pembelajaran Matematika
Dalam pembelajaran matematika pengaruh konstruktivisme menurut Lambas, dkk, (2004: 14) meliputi:
1. Pengaruh konstruktivisme terhadap proses pembelajaran siswa.
Bagi konstruktivisme, belajar adalah kegiatan aktif siswa dalam
membangun pengetahuan barunya, siswa mencari sendiri arti dari yang
mereka pelajari dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya, mereka
sendiri yang membuat penalaran dengan apa yang dipelajarinya dengan cara
mencari makna, membandingkan apa yang telah diketahui dengan pengalaman
dan situasi baru.
2. Pengaruh konstruktivisme terhadap proses mengajar guru.
Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke siswa,
tetapi merupakan kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri
pengetahuannya. Mengajar berarti partisipasi dengan siswa dalam
membentuk pengetahuan, membuat makna, mempertanyakan kejelasan, bersifat
kritis dan mengadakan justifikasi.
D. Teori Pembelajaran dengan Pendekatan Konstruktivis PTK Matematika SMP
Kesulitan belajar siswa merupakan suatu hal yang harus segera dapat
diatasi, dicari penyebab dan jalan keluarnya. Kegagalan siswa dalam
pembelajaran adalah kegagalan guru dalam pendidikan. Karena pengetahuan
bukannya seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah-kaidah yang siap
diambil dan diingat sejalan dengan itu.
Piaget (dalam Nurhadi, dkk., 2003 : 36) berpendapat, manusia memiliki
struktur pengetahuan dalam otaknya, seperti kotak-kotak yang
masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Pengalaman
sama bagi beberapa orang akan dimaknai berbeda-beda oleh masing-masing
individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda. Setiap pengalaman baru
dihubungkan dengan kotak-kotak (struktur pengalaman) dalam otak manusia
tersebut.
Sejalan dengan pendapat di atas, dalam pembelajaran agar siswa diberi
kesempatan membangun pengetahuannya sendiri. Hal ini sesuai dengan
pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Dalam buku CTL yang
disusun oleh Departemen Pendidikan Nasional (2002: 11) siswa perlu
dibiasakan untuk memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi
dirinya dan bergelut dengan ide-ide. Guru tidak mampu memberikan semua
pengetahuan kepada siswa, siswa harus mengkonstruksi pengetahuan di
benak mereka sendiri.
Pendapat di atas diperkuat oleh Nurhadi (2002: 26) menyatakan landasan
filosofi CTL adalah konstruktivis, yaitu filosofi belajar yang
menekankan bahan belajar tidak hanya sekedar menghafal, siswa harus
mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Pengetahuan
tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang
terpisah, tetapi mencerminkan ketrampilan yang dapat diterapkan.
Pengetahuan terus berkembang, penemuan-penemuan baru banyak yang
ditemukan sehingga pembelajaran tidak pernah berakhir dan harus selalu
diikuti perkembangannya. Nurhadi, Burhanudin Yasin, Agus Gerrad Senduk
(2003 : 10) berpendapat teori konstruktivis memandang secara
terus-menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan
aturan-aturan lain dan memperbarui aturan-aturan tersebut jika tidak
sesuai lagi. Teori konstruktivis menuntut siswa berperan aktif dalam
pembelajaran mereka sendiri. Karena penekanannya pada siswa yang aktif
maka strategi konstruktivis sering disebut pengajaran yang berpusat pada
siswa (STUDENT-CENTERED INSTRUCTION). Di dalam kelas yang pengajarannya
berpusat pada siswa, peran guru adalah membantu siswa menemukan fakta,
konsep atau prinsip bagi diri mereka sendiri, bukan memberikan ceramah
atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas.
Dari pendapat-pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pendekatan
konstruktivis dalam pembelajaran dapat mengoptimalkan pengalaman
belajar. Siswa menemukan konsep-konsep atau dalil matematika sendiri,
maupun melalui diskusi kelompok dengan guru sebagai fasilitator,
sehingga dapat meminimalkan kesulitan belajar siswa.
BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
PTK Matematika SMP
A. Setting Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sidoarjo, yang
pelaksanaannya dimulai 11 September 2006 sampai dengan 11 Nopember 2006
yang melibatkan seorang guru matematika sebagai peneliti, 2 guru (teman
sejawat) untuk membantu mengambil data sebagai observator dalam
pelaksanaan penelitian. Adapun subyek penelitian adalah 40 siswa kelas
VIII – E yang keadaan siswa dalam kelas tersebut heterogen.
Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan rincian sebagai
berikut : siklus I, dengan dalam 3 x Tatap Muka (TM); siklus II dengan 2
x TM, siklus III dengan 2 x TM. Adapun materi yang dibahas dalam 3
siklus tersebut adalah :
- Siklus I membahas materi : mengenal persamaan garis lurus dalam
berbagai bentuk dan variabel, mengenal pengertian dan menentukan gradien
persamaan garis lurus dalam berbagai bentuk.
- Siklus II membahas materi : menentukan persamaan garis lurus pada
sebuah titik dengan gradien tertentu dan persamaan garis melalui dua
titik.
- Siklus III membahas materi : menentukan syarat dua garis sejajar,
dua garis berpotongan tegak lurus, dan menentukan koordinat titik potong
dua garis yang berpotongan.
B. Rencana Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan rancangan penelitian tindakan
yang dilaksanakan di kelas, sehingga disebut Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). Penelitian ini terdiri dari 3 siklus masing-masing siklus
meliputi : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hal ini
sesuai pendapat Suharsimi A, Suhardjono, Supardi (halaman 73) PTK
dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang yang di dalamnya terdapat
empat bahasan utama kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan
refleksi yang dapat digambarkan sebagai berikut :
PTK Matematika SMP
yang ada di postingan ini belum sempurna atau belum lengkap untuk
mendapatkan ptknya yang lengkap silahkan anda klik tombol download
dibawah ini, semoga ptk ini bermanfaat selalu untuk anda semua, salam
sukses ya.