Minggu, 31 Juli 2016

DOUWNLOAD PTK DAN PTS GRATIS

DOUWNLOAD PTK DAN PTS GRATIS 


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


Sesuai janji gan, hari ini saya posting lagi PTK gratis dari Bab I - Bab V, kali ini PTK yang saya upload adalah PTK Matematika (ada 26 judul PTK) dan seperti biasa, silahkan download semua gratis.

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.

Walau bukan untuk dijadikan PTK pribadi anda, setidaknya PTK yang saya share bisa jadi referensi yang bagus dalam penyusunan PTK. Saya harap selanjutnya bisa lancar dalam share file.
Tanpa panjang lebar lagi gan silahkan download PTKnya dan langsung ke TKP.  
PTK MATEMATIKA link downloadnya di bawah 

a. PTK MATEMATIKA 1 - Download disini (Gratis)
b. PTK MATEMATIKA 2 - Download disini (Gratis) 
c. PTK MATEMATIKA 3 - Download disini (Gratis) 
d. PTK MATEMATIKA 4 - Download disini (Gratis) 
e. PTK MATEMATIKA 5 - Download disini (Gratis) 
f. PTK MATEMATIKA 6 - Download disini (Gratis) 
g. PTK MATEMATIKA 7 - Download disini (Gratis) 
h. PTK MATEMATIKA 8 - Download disini (Gratis) 
i. PTK MATEMATIKA 9 - Download disini (Gratis) 
j. PTK MATEMATIKA 10 - Download disini (Gratis) 
k. PTK MATEMATIKA 11 - Download disini (Gratis) 
l. PTK MATEMATIKA 12 - Download disini (Gratis) 
m. PTK MATEMATIKA 13 - Download disini (Gratis) 
n. PTK MATEMATIKA 14 - Download disini (Gratis) 
o. PTK MATEMATIKA 15 - Download disini (Gratis) 
p. PTK MATEMATIKA 16 - Download disini (Gratis) 
q. PTK MATEMATIKA 17 - Download disini (Gratis) 
r. PTK MATEMATIKA 18 - Download disini (Gratis) 
s. PTK MATEMATIKA 19 - Download disini (Gratis) 
t. PTK MATEMATIKA 20 - Download disini (Gratis) 
u. PTK MATEMATIKA 21 - Download disini (Gratis) 
v. PTK MATEMATIKA 22 - Download disini (Gratis) 
w. PTK MATEMATIKA 23 - Download disini (Gratis) 
x. PTK MATEMATIKA 24 - Download disini (Gratis) 
y. PTK MATEMATIKA 25 - Download disini (Gratis) 
z. PTK MATEMATIKA 26 - Download disini (Gratis) 

guntur aneh akan tetap menyediakan link download PTK Mata Pelajaran yang lain dan lebih banyak lagi. Karena nantinya seluruh PTK akan saya berikan link downloadnya dan tentunya gratis, PTK lengkap (Bab I – Bab V) yang ada selain PTK di atas, terdiri dari : 

- PTK IPA – 6 judul PTK 
- PTK SBK – 1 judul PTK 
- PTK Bahasa Indonesia – 9 judul PTK 
- PTK Agama Islam – 10 judul PTK 
- PTK IPS – 13 judul PTK 
- PTK PKn – 4 judul PTK 
- PTS untuk Kepala Sekolah dan Pengawas43 judul PTS
Jika ada link download yang rusak, mohon di laporkan disini ya gan! Dan jangan lupa tinggalkan komentar ya gan!add juga saya di facebook dan twitter ya gan! dukung kelangsungan hidup blog ini agar dapat terus share file gratis untuk anda dengan mengklik iklan disamping.terima kasih... 
dan jika ada request atau ada yg sharing tulis aja di kotak komentar.oke.. 

Salam aneh.hohohohoho…

Contoh Penelitian Tindakan Kelas Mapel Matematika SMP/MTs Kelas IX


Contoh Penelitian Tindakan Kelas Mapel Matematika SMP/MTs Kelas IX


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

 

                                                                                                                                                               Mengambil tindakan penelitian pada sebuah proses pembelajaran mata pelajaran memiliki fungsi yang sangat penting. Penelitian tersebut berfungsi sebagai media penilaian yang mengenai kefektifan proses pengajaran dan penyampaian materi pelajaran yang bersangkutan. Selain itu juga untuk mengukur kualitas peserta didik dalam menguasai materi pelajaran pada kelompok tertentu. Di dalam dunia pendidikan, kegiatan ini dinamakan Penelitian Tindakan Kelas atau yang lebih kita kenal dengan nama pendeknya, yaitu PTK.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan oleh seorang guru ataupun seseorang/kelompok yang sedang berkecimpung di dalam dunia pengajaran. Data-data yang diperoleh dalam kegiatan PTK tersebut akan menjadi data-data yang penting untuk mengembangkan model pembelajaran atau kegiatan yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan terhadap kelompok terntentu atau dalam sekolah seperti kelas dengan mata pelajaran tertentu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tepat proses pembelajaran dan bagaimana penerimaan peserta didik terhadapa materi pelajaran yang bersangkutan. [Baca juga : Contoh PTK SMA]
~ Mengambil tindakan penelitian pada sebuah proses pembelajaran mata pelajaran memiliki fungsi yang sangat penting. Penelitian tersebut berfungsi sebagai media penilaian yang mengenai kefektifan proses pengajaran dan penyampaian materi pelajaran yang bersangkutan. Selain itu juga untuk mengukur kualitas peserta didik dalam menguasai materi pelajaran pada kelompok tertentu. Di dalam dunia pendidikan, kegiatan ini dinamakan Penelitian Tindakan Kelas atau yang lebih kita kenal dengan nama pendeknya, yaitu PTK.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan oleh seorang guru ataupun seseorang/kelompok yang sedang berkecimpung di dalam dunia pengajaran. Data-data yang diperoleh dalam kegiatan PTK tersebut akan menjadi data-data yang penting untuk mengembangkan model pembelajaran atau kegiatan yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan terhadap kelompok terntentu atau dalam sekolah seperti kelas dengan mata pelajaran tertentu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tepat proses pembelajaran dan bagaimana penerimaan peserta didik terhadapa materi pelajaran yang bersangkutan. [Baca juga : Contoh PTK SMA]
Contoh PTK ini memuat 5 bab yang akan membahas mengenai penelitian tindakan kelas mata pelajaran matematika kelas IX SMP/MTs. Bab pertama akan membahas mengenai pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, dan sebagainya. Bab kedua akan membahas tentang kajian pustaka yang dilakukan sebagai dasar teori penelitian yang akan dilakukan. Bab ketiga membahas tentang metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian. Bab keempat akan membahas tentang pembahasan penelitian dan pencantuman hasil penelitian. Bab kelima akan membahas tentang kesimpulan yang dapat diambil dari proses penelitian dan hasil penelitian, serta saran-saran yang diberikan kepada objek penelitian pasca kegiatan berlangsung

PENELITIAN TINDAKAN KELAS MODEL PEMBELAJARAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS MODEL PEMBELAJARAN


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

CONTOH -CONTOH PTK


CONTOH -CONTOH PTK


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

TUJUAN PTK 
Tujuan PTK adalah memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah, tujuan PTK adalah meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan

Berikut kami bagikan beberapa Contoh Judul PTK Untuk Guru SD mulai dari kelas 6,5,4,3,2,1 semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu guru yang sedang membuat dan menyusun laporan PTK SD Silahkan download file di bawah ini :


  1. Contoh PTK [Kelas 6] Penjaskes.rar [ Download File Guru ]
  2. Contoh PTK Mapel  [Kelas 6] IPA.rar [ Download File Guru ]
  3. Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 6] Inkuiri.rar [ Download File Guru ]
  4. Contoh PTK Lengkap  [Kelas 6] Matematika SD.rar [ Download File Guru ]
  5. Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 6] ( Konsep Eneregi Panas ).rar [ Download File Guru ]
  6. Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5]Lengkap.rar [ Download File Guru ]
  7. Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5] ( Metode Bermain Peran ).rar [ Download File Guru ]
  8. Contoh PTK Mapel PKn [Kelas 5] ( Keutuhan NKRI ).rar [ Download File Guru ]
  9. Contoh PTK Mapel PAI [Kelas 5] ( Akidah Lempar Kartu ).rar [ Download File Guru ]
  10. Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 5] ( Zat Padat Media Telepon Mainan).rar [ Download File Guru ]
  11. Contoh PTK Mapel IPA [Kelas 5] ( Demonstrasi Benda Nyata Prestasi.rar [ Download File Guru ]
  12. Contoh PTK IPA [Kelas 5] (Demonstrasi-Benda Nyata-Aktivitas-HB).rar [ Download File Guru ]
  13. Contoh PTK  [KLS 5] Laporan-PKP-MTK-V-CTL.rar - RAR [ Download File Guru ]
  14. Contoh PTK  [KLS 4] PTK-PKn-Kelas-4.rar - RAR [ Download File Guru ]
  15. Contoh PTK  [KLS 4] PTK SUGIYANTO IPA Kelas 4.rar [ Download File Guru ]
  16. Contoh PTK  [KLS 4] PTK PAI Kelas 4.rar - RAR [ Download File Guru ]
  17. Contoh PTK  [KLS 4] PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga).rar [ Download File Guru ]
  18. Contoh PTK  [KLS 4] PTK MTK Kelas IV (Bangun Datar-Alat Peraga).rar [ Download File Guru ]
  19. Contoh PTK  [KLS 4] PTK Mtk IV (Motivasi-STAD).rar [ Download File Guru ]
  20. Contoh PTK  [KLS 4] PTK Mtk IV (Motivasi-STAD).rar [ Download File Guru ]
  21. Contoh PTK  [KLS 4] PTK IPS IV-(Perkemb Teknologi-Media Gambar).rar [ Download File Guru ]
  22. Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK Mtk IV-Demonstrasi.rar [ Download File Guru ]
  23. Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPS IV-(Hasil Belajar-STAD).rar [ Download File Guru ]
  24. Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPS IV-(Hasil Belajar-STAD) (1).rar [ Download File Guru ]
  25. Contoh PTK  [KLS 4] Laporan PTK IPA KLS IV (STAD).rar [ Download File Guru ]
  26. Contoh PTK  [KLS 3] PTK MTK 3.rar [ Download File Guru ]
  27. Contoh PTK  [KLS 3] PTK Matematika Kelas III-Realistik.rar [ Download File Guru ]
  28. Contoh PTK  [KLS 3] Laporan PTK Bina III.rar [ Download File Guru ]
  29. Contoh PTK  [KLS 1] PTK Bina Kelas 1.rar [ Download File Guru ]

Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) SD Kelas 1 Sampai 6

Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) SD Kelas 1 Sampai 6


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.
Pada postingan sebelumnya admin telah share beberapa contoh Judul PTK yang dapat Anda gunakan dalam penyusunan penelitian tindakan kelas. Judul yang admin sajikan jumlahnya cukup banyak, yakni mencapai ratusan. Bagi yang penasaran silahkan cek disini :
 

Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6

By On Saturday, May 14th, 2016 Categories : GURU
Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 – Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.Pada postingan sebelumnya admin telah share beberapa contoh Judul PTK yang dapat Anda gunakan dalam penyusunan penelitian tindakan kelas. Judul yang admin sajikan jumlahnya cukup banyak, yakni mencapai ratusan. Bagi yang penasaran silahkan cek disini :




 :Secara umum Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tujuannya untuk memecahkan permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas sehinggah tercipta perbaikan dan peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran.

Berikut ini kami bagikan Kumpulan Contoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) SD Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6


PTK Matematika SD Kelas 1 | Penelitian Tindakan Kelas

 PTK Matematika SD Kelas 1 | Penelitian Tindakan Kelas


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini

 1.1.    LATAR BELAKANG MASALAH 
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menyiapkan diri dalam perananya dimasa akan datang. Pendidikan dilakukan tanpa ada batasan usia, ruang dan waktu yang tidak dimulai atau diakhiri di sekolah, tetapi diawali dalam keluarga dilanjutkan dalam lingkungan sekolah dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat, yang hasilnya digunakan untuk membangun kehidupan pribadi agama, masyarakat, keluarga dan negara. Merupakan suatu kenyataan bahwa pemerintah dalam hal ini diwakili lembaga yang bertanggung jawab didalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, akan tetapi pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat yang sering disebut dengan Tri Pusat Pendidikan.

 Salah satu keprihatinan yang dilontarkan banyak kalangan adalah mengenai rendahnya mutu pendidikan atau Out Put yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal. Dalam hal ini yang menjadi kambing hitam adalah guru dan lembaga pendidikan tersebut, orang tua tidak memandang aspek keluarga dan kondisi lingkungannya. Pada hal lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar sangat menentukan terhadap keberhasilan pendidikan.

 Memasuki Tri bulan pertama tahun 2006-2007, ketika diadakan Ulangan Tengah Semester mulai tampak timbul suatu masalah. Sewaktu ulangan jatuh pada mata pelajaran Matematika begitu naskah dibagikan, sebagian siswa berteriak-teriak memanggil-manggil ibunya, ada yang garuk-garuk kepala, juga tidak sedikit yang menangis karena merasa tidak bisa mengerjakan. Akhirnya nilai yang diperoleh oleh sisa kelas I dalam pelajaran matematika khususnya dalam mengoperasionalkan penjumlahan  dan pengurangan. Nilai dari 37 siswa sebagai berikut: (1) 80-100 Amat baik ada 10 siswa =27 %. (2) 55-79 Cukup ada 7 siswa =10 %. (3) 0-54 Kurang ada 20 siswa =55 %. Dengan kondisi nilai tersebut diatas guru sebagai peneliti merasa pembelajaran matematika dikelas I krang berhasil.

Selama ini peneliti sudah menggunakan berbagai macam metode untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Agaknya memang strategi/pendekatan-pendekatan saja belum cukup untuk menghasilkan perubahan. Meier (2002 : 54) mengatakan bahwa belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi. Pengetahuan bukanlah suatu yang diserap oleh pembelajaran, melainkan sesuatu yang diciptakan oleh pembelajar. PTK Matematika SD

Pembelajaran terjadi ketika seseorang pembelajar  memadukan pengetahuan dan keterampilan baru kedalam struktur dirinya sendiri yang telah ada. Belajar berharfiah adalah menciptakan makna baru, sejauh ini pendidikan kita didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi belajar baru yang memberdayakan siswa sebuah strategi belajar tidak mengharuskan siswa menghafalkan fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.

Dalam upaya itu siswa perlu guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam kelas tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dengan alat bantu yang dikenal siswa disekitarnya, dari pada memberi informasi.memang pendidikan siswa kelas I Sekolah Dasar masih identik dengan dunia bermain, karena siswa kelas I belum dapat melepas keterkaitannya dengan pendidikan Taman Kanak-Kanak sebelumnya, karena itu benda-benda disekitar sekolah sangat membantu proses pembelajaran siswa.

Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas peneliti ingin meningkatkan kemampuan siswa kelas I Sekolah Dasar dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika dengan bantuan benda-benda kongkrit.

PTK Matematika SD Kelas 1 | Penelitian Tindakan Kelas

PTK Matematika SD Kelas 1  | Penelitian Tindakan Kelas -  ptk matematika sd kelas 1 ini mengambil judul tentang pengoperasian penjumlahan dana pengurangan, ehehh jadi ingat pas kelas1 sd, dulu saya susahnya mengoperasikan penjumlahan apalagi pengurangan kalau sudah hasilnya  negatif wahhh, perlu nanya 3 sampai 4 kali tuh ke kakak ku pas waktu diajar, (ya elahhhh malah curhat) ^_^


PTK Matematika SD Kelas 1  Thanks dah dengar curhatan diatas heeheh pasti teman teman semua lebih good dan pintar dari pada saya, seperti biasany saya memberikan juga beberapa contoh ptk yang lainnya seperti
Judul:
Meningkatkan Kemampan Siswa Kelas I Dalam Mengoperasionalkan Penjumlahan Dan pengurangan Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Bantuan Benda Kongkrit.
BAB I
PENDAHULUAN
PTK Matematika SD



1.1.    LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan merupakan usaha manusia untuk menyiapkan diri dalam perananya dimasa akan datang. Pendidikan dilakukan tanpa ada batasan usia, ruang dan waktu yang tidak dimulai atau diakhiri di sekolah, tetapi diawali dalam keluarga dilanjutkan dalam lingkungan sekolah dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat, yang hasilnya digunakan untuk membangun kehidupan pribadi agama, masyarakat, keluarga dan negara. Merupakan suatu kenyataan bahwa pemerintah dalam hal ini diwakili lembaga yang bertanggung jawab didalam pelaksanaan pendidikan di Indonesia, akan tetapi pendidikan menjadi tanggung jawab keluarga, sekolah dan masyarakat yang sering disebut dengan Tri Pusat Pendidikan.

 Salah satu keprihatinan yang dilontarkan banyak kalangan adalah mengenai rendahnya mutu pendidikan atau Out Put yang dihasilkan oleh lembaga-lembaga pendidikan formal. Dalam hal ini yang menjadi kambing hitam adalah guru dan lembaga pendidikan tersebut, orang tua tidak memandang aspek keluarga dan kondisi lingkungannya. Pada hal lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar sangat menentukan terhadap keberhasilan pendidikan.

 Memasuki Tri bulan pertama tahun 2006-2007, ketika diadakan Ulangan Tengah Semester mulai tampak timbul suatu masalah. Sewaktu ulangan jatuh pada mata pelajaran Matematika begitu naskah dibagikan, sebagian siswa berteriak-teriak memanggil-manggil ibunya, ada yang garuk-garuk kepala, juga tidak sedikit yang menangis karena merasa tidak bisa mengerjakan. Akhirnya nilai yang diperoleh oleh sisa kelas I dalam pelajaran matematika khususnya dalam mengoperasionalkan penjumlahan  dan pengurangan. Nilai dari 37 siswa sebagai berikut: (1) 80-100 Amat baik ada 10 siswa =27 %. (2) 55-79 Cukup ada 7 siswa =10 %. (3) 0-54 Kurang ada 20 siswa =55 %. Dengan kondisi nilai tersebut diatas guru sebagai peneliti merasa pembelajaran matematika dikelas I krang berhasil.

Selama ini peneliti sudah menggunakan berbagai macam metode untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, tetapi hasilnya masih belum memuaskan. Agaknya memang strategi/pendekatan-pendekatan saja belum cukup untuk menghasilkan perubahan. Meier (2002 : 54) mengatakan bahwa belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi. Pengetahuan bukanlah suatu yang diserap oleh pembelajaran, melainkan sesuatu yang diciptakan oleh pembelajar. PTK Matematika SD

Pembelajaran terjadi ketika seseorang pembelajar  memadukan pengetahuan dan keterampilan baru kedalam struktur dirinya sendiri yang telah ada. Belajar berharfiah adalah menciptakan makna baru, sejauh ini pendidikan kita didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu diperlukan strategi belajar baru yang memberdayakan siswa sebuah strategi belajar tidak mengharuskan siswa menghafalkan fakta-fakta tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri.

Dalam upaya itu siswa perlu guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam kelas tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuan. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dengan alat bantu yang dikenal siswa disekitarnya, dari pada memberi informasi.memang pendidikan siswa kelas I Sekolah Dasar masih identik dengan dunia bermain, karena siswa kelas I belum dapat melepas keterkaitannya dengan pendidikan Taman Kanak-Kanak sebelumnya, karena itu benda-benda disekitar sekolah sangat membantu proses pembelajaran siswa.

Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas peneliti ingin meningkatkan kemampuan siswa kelas I Sekolah Dasar dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika dengan bantuan benda-benda kongkrit.
1.2.    PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH PTK Matematika SD
  • 1.2.1.    Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka perumusan masalahnya sebagai berikut: Bagaimana penggunaan benda-benda kongkrit mampu meningkatkan kemampuan siswa kelas I SDN Jimbaran Kulon dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika.
  • 1.2.2.   Pemecahan Masalah
Dengan bantuan benda-benda kongkrit disekitar sekolah siswa kelas I SD Jimbaran Kulon mampu mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran Matematika.
1.3.     TUJUAN PENELITIAN  PTK Matematika SD
Berpijak dari permasalahan yang diteliti maka tujuan  penelitian ini  adalah:
  • 1.3.1    Meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan dengan bantuan benda-benda kongkrit.
    1.4. MANFAAT HASIL PENELITIAN
    Dari hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat :
    1.4.1. Siswa :
  • Mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan pada mata pelajaran matematika.
  • Mempermudah siswa mencari alat bantu pembelajaran dengan benda-benda kongkrit di sekitar Sekolah.
    BAB II
    KAJIAN PUSTAKA
    PTK Matematika SD

    2.1.Pengertian Kemampuan

    Untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, peserta didik, Guru sebagai pendidik dituntut untuk memiliki kemampan yang baik karena antar siswa sebagai peserta didik dan guru sebagai pendidik merupakan suatu interaksi.

    Menurut Purwodarminto. (1988:553) Kemampuan berasal dari kata “Mampu” artinya Kuasa (bisa, sanggup) melakukan Sesuatu. Dari definisi diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa, kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan untuk melakukan sesuatu kegiatan.

    Dalam pengembangan pembelajaran guru harus memiliki kemampuan untuk memilih strategi, metode, alat pembelajaran dan teknik-teknik pembelajaran yang, efektif, efisien sesuai dengan karakteristik siswa. Apalagi saat ini sekolah-sekolah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang mana dalam kurikulum ini antara guru dan siswa dituntut aktif, kreatif, dan inovatif  dalam mencapai tujuan. Hal ini sesuai dengan pendapat dari Mulyasa, (2002:183) yang mengatakan, proses pembelajaran merupakan interaksi edukatif antara peserta didik dengan lingkungan sekolah. Dalam hal ini sekolah di beri kebebasan untuk memilih strategi, metode dan teknik-teknik pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, karakteristik guru dan kondisi nyata sumber daya yang tersedia di sekolah.

    Dari pendapat diatas alat bantu pembelajaran tidak harus membeli dengan harga-harga yang mahal dan moderen, tetapi dapat menggunakan benda-benda kongkrit disekitar sekolah untuk sarana pembelajaran. Pendapat lain juga mengatakan, dalam pembelajaran pelajaran Matematika kelas I Sekolah dasar konsep dasar yang digunakan adalah benda-benda kongkrit disekitar sekolah. (Wardhani, 2004:3). Dengan benda-benda kongkrit disekitar sekolah di gunakan sebagai alat pembelajaran akan tercipta suasana pendidikan yang PAKEM (Pembelajaran Aktif  Kreatif efektif dan Menyenangkan)
    BAB  III
    METODE PENELITIAN 
    PTK Matematika SD
    3.1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

    Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Kualitatif yaitu menggambarkan masalah sebenarnya yang ada di lapangan, kemudian direfleksikan dan dianalisis berdasarkan teori menunjang dilanjutkan dengan pelaksanaan tindakan di lapangan. Pendekataan Kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk menelusuri dan mendapatkan gambaran secara jelas tentang situasi kelas dan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian  Tindakan Kelas dilaksanakan secara bersiklus. Pembelajaran dilakukan di kelas I SDN Jimbaran Kulon  Kecamatan Wonoayu  Kabupaten Sidoarjo.

    Jenis penelitian yang digunakan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena ingin menerapkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas I dalam mengoperasionalkan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan alat bantu benda-benda kongkrit di sekitar sekolah.
    3.2.Kehadiran Peneliti  

    Peneliti dibantu 2 Orang pengamat senantiasa hadir dan kehadirannya mutlak diperlukan karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Kedudukan peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai perencana, pelaksana, pengumpul, penganalisa, penafsir data dan akhirnya sebagai pelaporan hasil penelitian.

    Ketika pelaksanaan penelitian , kehadiran peneliti di lapangan berperan sebagai peneliti sekaligus pelaksana pembelajaran, pengobservasi dalam rangka pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan  dalam 2  siklus  untuk siklus I dua pertemuan dan siklus II tiga pertemuan. Pada setiap  akhir tindakan, peneliti bersama pengamat melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tindakan.

    Dalam penelitian ini , peneliti bertindak sebagai Guru Matematika kelas I, jadi disamping bekerja  mengumpulkan dan menganalisis data di lapangan, peneliti  berperan langsung dalam proses pembelajaran dari perencanaan, pelaksanaan pengajaran sampai dengan penilaian.

PTK MATEMATIKA KELAS IV

PTK MATEMATIKA KELAS IV   


JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BK

HUBUNGI KAMI DI 081222940294
WA: 081222940294
BBM: 5AA33306

Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BK Klik Disini
Untuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik Disini
Atau Cek FB Kami Disini


 LAPORAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL
MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF LEARNING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah PDGK4501 Pemantapan Kemampuan Profesional
Disusun Oleh : SITI FATIMAH
NIM 817368087
PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2010

PROGRAM S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2010

LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL PERBAIKAN MATA PELAJARAN MATEMATIKA
Nama Mahasiswa : SITI FATIMAH
NIM : 817368087
Program Studi : S 1 PGSD
Tempat Mengajar : SD Negeri 01 Panggungrejo Kec. Sukoharjo
Jumlah Pembelajaran : 3 x Pertemuan
Tempat dan Tanggal Pelaksanaan : SD Negeri 01 Panggungrejo Kec. Sukoharjo

Siklus 1,
Hari Senin Tanggal 10 Mei 2010
Siklus 2,
Hari Senin Tanggal 17 Mei 2010
Siklus 3,
Hari Kamis Tanggal 20 Mei 2010

Masalah yang Merupakan Fokus Perbaikan :
1. Siswa kurang memahami penjelasan guru;
2. Rendahnya minat belajar siswa dalam pembelajaran matematika;
3. Hasil belajar siswa rendah;
4. Strategi dan metode pembelajaran kurang variatif

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah Dalam kegiatan belajar mengajar banyak metode dan model yang biasa dipakai oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada anak didiknya. Mengingat karakter maupun jenis informasi yang dimiliki oleh setiap mata pelajaran itu tidak sama, maka tidak ada satu metode yang baik untuk semua mata pelajaran, demikian pula tidak ada satu metode yang buruk untuk semua mata pelajaran. Dengan demikian untuk memilih metode/model mana yang paling tepat dalam rangka meningkatkan minat dan hasil prestasi belajar untuk mata pelajaran Matematika diperlukan langkah-langkah yang tepat. Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar, media dan evaluasi. Metodologi mengajar dalam dunia pendidikan perlu dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan Proses Belajar Mengajar (PBM) bergantung pada cara mengajar gurunya. Jika cara mengajar gurunya enak menurut siswa, maka siswa akan tekun, rajin, antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan dan tingkah laku pada siswa baik tutur katanya, sopan santunnya, motorik dan gaya hidupnya. Metodologi mengajar banyak ragamnya, dan sebagai pendidik tentu harus memiliki metode mengajar yang beraneka ragam, agar dalam proses belajar mengajar tidak menggunakan hanya satu metode saja, tetapi harus divariasikan, yaitu disesuaikan dengan tipe belajar siswa dan kondisi serta situasi yang ada pada saat itu, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik dapat tercapai. Hasil pembelajaran Matematika kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo yang ditemukan pada Ulangan Harian sebelum penelitian ini dimulai, bahwa dari 27 siswa yang mendapat nilai ≥ 60 sebanyak 13 siswa atau sekitar 48 %. Rendahnya hasil belajar siswa ini merupakan masalah pembelajaran. Jalan terbaik mengatasinya adalah dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena PTK identik dengan pelaksanaan penelitian melalui langkah siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : Perencanaan (planning), Pelaksanaan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) (Suharsini Arikunto, 2006). Dengan tahapan yang seperti ini diharapkan masalah-masalah pembelajaran dapat dicari solusinya. Adapun data nilai yang ditemukan tersebut sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 : Data Nilai Hasil Ulangan Harian Kelas IV Mata Pelajaran Matematka (Pra Siklus) NO. NAMA SISWA NILAI 1 Adi Prasetyo 65 2 Ahmad Ali Imron 60 3 Muhammad Yusuf 50 4 Ahmad Sidik 43 5 Ahmad Suntoro 70 6 Anisa Fitri 62 7 Arif Santoso 66 8 Apriyadi Imora 35 9 Desi Wahyuningsih 46 10 Emi Marlina 55 11 Efendi 70 12 Krismonita 56 13 Lujatul Ngajaim 50 14 Nur Laila 52 15 Nur Rohman 75 16 Rizal Efendi 60 17 Susanto 67 18 Said Afansyah 35 19 Siti Nur Aini 37 20 Saeri 47 21 Ulfianto 63 22 Umi Sakdiyah 61 23 Uswatun Hasanah 45 24 Yuslihana 66 25 Yatin Winarti 55 26 Muhammad Heriyanto 55 27 Marlina 74 Jumlah 1499 Rata-rata 55,51 Sumber : Data Nilai Kelas Tabel 2 : Rentang Nilai Pra Siklus Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Kecamatan Sukoharjo NO INTERVAL JUMLAH SISWA PROSENTASE 1 2 3 4 5 6 7 ≤ 40 41 – 50 51 – 60 61 – 70 71 – 80 81 – 90 91 – 100 3 6 7 9 2 0 0 11,11 % 22,22 % 25,92 % 33,33 % 7,40 % 0 0 Sumber : Data Nilai Kelas

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian perbaikan ini sebagai berikut : 1. Bagaimanakah implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam pembelajaran Matematika di SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010?
2. Bagaimanakah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika di SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010?

C. Tujuan Penelitian Perbaikan Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Mendeskripsikan implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning dalam pembelajaran Matematika di SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010
2. Mengetahui minat dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning di SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010

D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Suatu penelitian tentunya diharapkan mempunyai kegunaan atau manfaat bagi berbagai pihak, antara lain:
1. Bagi Guru
Membantu guru dalam usaha menemukan bentuk pembelajaran dan sebagai bahan masukan untuk mengetahui bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Learning merupakan salah satu bentuk upaya dalam kegiatan pembelajaran yang memngkinkan dapat menambah atau meningkatkan minat belajar siswa.
2. Bagi Lembaga yang Diteliti
Penelitian dapat dijadikan sebagai tolak ukur serta inovasi dalam pengelolaan Pendidikan di sekolah, serta sebagai motivasi untuk kemajuan dan perkembangan pendidikan di sekolah, selain itu juga sebagai suatu usaha dalam rangka mencapai tujuan kurikulum seperti yang telah dirumuskan dalam kurikulum sekolah.
3. Bagi Siswa
Memotivasi siswa yang dimungkinkan dapat mendorong penigkatan aktivitas dan hasil belajar.

BAB II KAJIAN PUSTAKA
 

A. Pengertian Minat Belajar John G. Nunally mendefinisikan minat sebagai stated preference of activities. Soegarda mendefinisikannya sebagai kesediaan jiwa yang sifatnya aktif untuk menerima sesuatu dari luar. Menurut Slameto, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat yang ada. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan jika mereka bebas memilih apa yang mereka kehendaki. Jika mereka melihat bahwa sesuatu itu menguntungkan pada dirinya maka akan timbullah minat untuk melakukannya.Minat merupakan pernyataan ekspresi seseorang yang menunjukkan kecenderungan kepada suatu objek sehingga aktivitas-aktivitas yang lebih besar porsinya ditunjukkan kepada objek tersebut daripada objek lainnya. Karena itu, minat seseorang kepada sesuatu objek akan menyebabkan ia memberi perhatian yang lebih besar pula kepada objek tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto, minat merupakan kecenderungan seseorang untuk memilih atau menolak suatu kegiatan. Sebetulnya apa yang dicari atau ditolak bukan hanya kegiatan saja, melainkan juga benda, orang ataupun situasi. Suatu objek yang ada kaitannya dengan diri seseorang baik berupa kegiatan, benda, orang maupun situasi akan menyebabkan seseorang memusatkan perhatian untuk melanjutkan melakukan aktivitas terhadap objek.
B. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang telah dicapai seseorang setelah ia mengalami proses belajar, dengan terlebih dahulu mengadakan evaluasi dari proses belajar yang dilakukan atau yang dilaluinya. Penilaian hasil belajar perlu dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana tujuan untuk instruksional yang telah diajarkan dalam kegiatan pembelajaran yang telah dikuasai siswa. Hal ini sejalan dengan Syaiful Bahri Djamarah (2002:142) yang menyatakan bahwa : “Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar yaitu : (1) faktor lingkungan : lingkungan alami dan lingkungan budaya; (2) faktor instrumental : kurikulum, program, sarana, fasilitas, dan guru; (3) kondisi fisiologis : kondisi fisiologis, kondisi panca indra; (4) kondisi psikologis : minat, kecerdasan, bakat, motivasi, kemampuan kognitif. Keberhasilan dalam belajar perlu dinilai, hal ini sesuai dengan pendapat Nana Sudjana dan Hetwijis Vera Visana (2001 : 7) yang menyatakan bahwa : “penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu”. Suharsini Arikunto (1997:282) ia menyatakan bahwa : “Bagi seorang siswa nilai merupakan cermin dari keberhasilan belajar. Namun bukan hanya siswa sendiri yang memerlukan cermin keberhasilan belajar, guru dan orang lainpun memerlukannya”. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut ditinjau dari sudut peristiwa yang terjadi pada sitem psichophisis seseorang yang melakukan belajar berarti suatu proses bekerjanya sistem urat saraf dimana berbagai perubahan terjadi didalamnya. Ditinjau dari sikap individu dalam menghadapi objek yang dipelajari, belajar dalah suatu kegiatan menyusun dan mengatur lingkungn dengan sebaik-baiknya, sehingga lingkungan tersebut terserap oleh individu yang bersangkutan. Jika ditinjau dari segi kegiatannya, belajar adalah suatu kegiatan untuk memmperoleh kebiasaan-kebiasaan, pegetahuan dan pengembangan tertentu dari sikap-sikap bagi orang yang melakukannya.

C. Pengertian Model Pembelajaran Cooperative Learning
Model pembelajaran cooperative learning (MPCL) beranjak dari dasar pemikiran “getting better together”, yang menekankan pada pemberian kesempatan belajar yang lebih luas dan suasana yang kondusif kepada siswa untuk memperoleh, dan mengembangkan pengetahuan, sikap, nilai, serta keterampilan-keterampilan sosial yang bermanfaat bagi kehidupannya di masyarakat. Melalui MPCL, siswa bukan hanya belajar dan menerima apa yang disajikan oleh guru dalam PBM, melainkan bisa juga belajar dari siswa lainnya, dan sekaligus mempunyai kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain. Proses pembelajaran dengan MPCL ini mampu merangsang dan menggugah potensi siswa secara optimal dalam suasana belajar pada kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 2 sampai 6 orang siswa (Stahl, 1994). Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan berkembang suasana belajar yang terbuka dalam dimensi kesejawatan, karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan pribadi yang saling membutuhkan. Pada saat itu juga siswa yang belajar dalam kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya (peer group) dan belajar secara bekerjasama (cooperative). Pada MPCL, guru bukan lagi berperan sebagai satu-satunya nara sumber dalam PBM, tetapi berperan sebagai mediator, stabilisator, dan manajer pembelajaran. Iklim belajar yang berlangsung dalam suasana keterbukaan dan demokratis akan memberikan kesempatan yang optimal bagi siswa untuk memperoleh informasi yang lebih banyak mengenai materi yang dibelajarkan dan sekaligus melatih sikap dan keterampilan sosialnya sebagai bekal dalam kehidupannya di masyarakat, sehingga perolehan dan hasil belajar siswa akan semakin meningkat. Stahl (1992) mendapatkan, bahwa penggunaan MPCL mendorong tumbuhnya sikap kesetiakawanan dan keterbukaan diantara siswa; penelitiannya juga menemukan bahwa MPCL mendorong ketercapaian tujuan dan nilai-nilai sosial dalam pendidikan Matematika ataupun mata pelajaran lainnya. Berdasarkan temuan penelitian terdahulu, ternyata penggunan MPCL menunjukkan efektifitas yang sangat tinggi bagi perolehan hasil belajar siswa, baik dilihat dari pengaruhnya terhadap penguasaan materi pelajaran maupundilihat dari pengembangan dan pelatihan sikap serta keterampilan-keterampilan sosial yang sangat bermanfaat bagi siswa dalam kehidupannya di masyarakat.

BAB III RENCANA DAN PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
1. Identifikasi masalah :
a. Rendahnya minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Pannggungrejo dalam pembelajaran simetri bangun datar
b. Hasil belajar siswa pada kelas tersebut cenderung pasif
c. Siswa belum menguasai konsep simetri bangun datar

2 Analisis masalah :
Dalam menganalisis masalah ini berangkat identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas, yaitu :
a. Rendahnya minat belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo dalam pembelajaran simetri bangun datar. Hal ini dapat dianalisis sebagai berikut :
1) Guru dalam menjelaskan materi kepada anak terlalu cepat
2) Guru dalam menjelaskan materi tersebut tidak disertai contoh secara mendetail
3) Guru kurang memberikan latihan dan contoh
4) Guru tidak menggunakan alat peraga yang sesuai
5) Guru menggunakan metode dan model pembelajaran kurang sesuai

b. Hasil belajar siswa pada kelas tersebut cenderung pasif
1) Guru tidak melibatkan siswa dalam pembelajaran secara aktif
2) Guru kurang terampil dalam menggali kemampuan siswa
3) Guru kurang menguasai dalam mendemontrasikan alat peraga
4) Guru dalam menyampaikan materi kurang menarik
5) Guru kurang mampu menguasai kelas

c. Siswa belum menguasai konsep simetri bangun datar
1) Guru kurang memberikan latihan pada siswa untuk simetri bangun datar
2) Siswa kesulitan dalam memahami konsep simetri bangun datar
3) Guru kurang memberikan latihan pada siswa dalam pembelajaran simetri bangun datar.

3. Perumusan Masalah :
Bagaimana meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dalam konsep simetri lipat di Kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo melalui model pembelajaran kooperatif learning?

4. Rencana Perbaikan Berdasarkan rumusan masalah sebagaimana tersebut di atas, maka disusunlah sebuah perencanaan perbaikan pembelajaran yang dituangkan dalam bentuk rencana perbaikan pembelajaran (RPP). Dalam merancang tindakan perbaikan yang dilakukan penulis telah mengikuti prosedur dan tata aturan yang umum dan logis, yaitu
(a) mengacu pada teori yang relevan,
(b) bertanya kepada ahli terkait,
(c) membaca referensi yang relevan, dan
(d) berkonsultasi dengan supervisor.

Adapun format lengkap Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) yang berisi rencana perbaikan pembelajaran mata pelajaran matematika dalam konsep simetri lipat di Kelas IV SD Negeri 1 Panggungrejo Tahun Pelajaran 2009/2010 sebagaimana